SUNGAI YANG BERBISIK

SUNGAI YANG BERBISIK

  • WpView
    LECTURAS 12
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, oct 25, 2024
"Ma'af, aku lelah. Derita seorang anak yang selalu dituntut bagaikan robot tidak sanggup aku memikulnya. Mungkin di sini semua akan tenang. Selamat tinggal Ayah dan Ibu."
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Depresi Lahir dari Cinta (Tamat)
  •  HAZELA
  • I Wanna Die Soon (Beginning)✔️
  • AFKARA [END]
  • Different [END]
  • Depression (Namjin, Brothership) ✅
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • Is It Home ?

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido