Story cover for Pukul 7 by nalakharta
Pukul 7
  • WpView
    Reads 124
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 124
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Oct 26, 2024
Pukul tujuh malam di ruang tamu keluarga Shankara.

Radio tua itu berbunyi, seperti biasa. Lima orang berkumpul mengelilinginya - sebuah ritual yang tak pernah terlewat. Ibu dengan buku catatannya. Bapak yang baru pulang mengajar. Pahat sibuk dengan PR matematikanya. Nika mengetuk-ngetuk jari mengikuti irama. Dan Yaksa, si bungsu yang tak pernah melepaskan mainan kecilnya.

"Selamat malam para pendengar setia Suara Hati di 89.4 FM. Saya, Sang Pendengar, kembali menemani Anda..."

Ibu tersenyum tipis, menulis sesuatu di bukunya. Bapak berdehem pelan, memejamkan mata. Tak ada yang bicara - seolah takut merusak momen ini.

"Surat malam ini..." Sang Pendengar terdiam sejenak. "dari seseorang yang kehilangan suaranya."

Yaksa mendadak menggenggam mainannya lebih erat. Nika berhenti mengetuk jari. Pahat tak lagi membalik halaman bukunya. Ibu menghentikan penanya. Dan Bapak... tangannya gemetar.

Malam itu, radio tua mereka mulai membongkar rahasia yang selama ini tersembunyi di balik ritual pukul tujuh
All Rights Reserved
Sign up to add Pukul 7 to your library and receive updates
or
#30radio
Content Guidelines
You may also like
DIKANESHA by yunnicunil
16 parts Ongoing
Lahir sebagai anak di luar nikah menjadikan hidup Nesha sejak awal dipenuhi bayang-bayang takdir yang tidak ia pilih. Kedua orang tuanya terpaksa menanggung keputusan pahit, sementara ia tumbuh dengan membawa beban yang tidak pernah ia minta. Dari kecil, Nesha belajar bahwa cinta dan komitmen bukanlah janji manis, melainkan luka yang diwariskan. Rasa takut akan keterikatan membuatnya menutup rapat hati, seolah membangun benteng tinggi agar tak ada lelaki yang bisa menyentuh ruang terdalam jiwanya. Namun, satu pengecualian. Dika. Bersama Dika, Nesha menemukan versi dirinya yang paling jujur-tanpa topeng, tanpa pura-pura. Sebuah ruang aman yang tak pernah ia rasakan bersama siapa pun. Hanya saja, sebuah keadaan memaksa Nesha dan Dika pada ikatan yang paling ia hindari-pernikahan. Sebuah janji yang selama ini menjadi ketakutannya yang paling besar. Dan kini, ia harus menghadapi kenyataan bahwa lelaki yang selama ini ia percayai, justru adalah orang yang menggenggam kunci takdir barunya. - "Bajingan! Anak setan! Binatang sialan! Dasar satwa liar! Cowok keparat! Orang cabul! Lo apain gue malem itu hah!?" - Nesha mendesis di sana. "Ya lagian, masa gue gak ngerasain apa apa abis begituan." "YA EMANGNYA LO HARUS NGERASIN APA?!" "YEE APA KEK, GAK BISA JALAN ATAU GIMANA. MASA GAK SAMA KAYAK YANG DI BUKU BUKU, LO NYA GAK JAGO KALI!" - "Gue gak bisa janjiin pernikahan yang bahagia, menurut standar Lo. Tapi gue bakal usahain, jadi rumah buat Lo pulang. Rumah yang aman buat Lo tinggal, rumah yang nyaman buat Lo berbagi, susah ataupun senang." "Mau ya nikah sama gue?"
DIARY BOOK by BLAKE_DJ
23 parts Ongoing
Ini bukan diary yang isinya bunga-bunga. Ini bukan catatan manis penuh cinta dan kata mutiara. Ini diary yang isinya kadang nyentil, kadang nyakitin, kadang bikin ngakak sendiri. Cerita semu, tapi semua lahir dari rasa yang nyata. Tentang pernikahan yang gak selalu romantis. Tentang mertua, anak tiri, ART, dan omongan tetangga. Tentang jadi perempuan yang masih belajar nerima, tapi juga gak takut bersuara. Gaya bahasanya? Kadang halus, kadang kasar. Emosinya? Campur aduk, kayak hidup. Kalau kamu pernah ngerasa sendiri dalam ramai, atau pernah marah sampai nulis surat cerai di kertas bekas-selamat, kamu gak sendirian. Diary Book ini ditulis bukan buat cari pembenaran, tapi buat jujur. Karena hidup itu absurd, dan kadang cuma bisa dimengerti lewat tawa atau tulisan. "Cerita semu, tapi luka dan tawanya asli." "Diary ini gak minta dimengerti, cukup dibaca pakai hati." "Karena waras itu mahal, dan curhat kadang jadi penyelamat." Disclaimer : Gue tahu, nggak semua orang bakal sepakat sama isi tulisan ini. Gak apa-apa. Karena ini bukan buku petunjuk hidup ideal, ini cuma catatan dari istri yang pengen tetap waras dalam dunia yang kadang maksa perempuan buat diem, nurut, dan senyum... bahkan saat hatinya sendiri lagi berdarah-darah. Gue gak ngajarin istri buat ngelawan suami, gue ngajak istri buat gak ngelawan dirinya sendiri. Kalau lo kebetulan punya definisi "istri sholehah" yang beda dari gue, santai aja. Gak usah panik. Karena definisi itu emang berkembang-seiring akal, pengalaman, dan luka yang gak semua orang bisa lihat.
You may also like
Slide 1 of 10
DIKANESHA cover
DIARY BOOK cover
TAKDIR ? cover
RAINBOW [END] cover
KEAJAIBAN IV cover
Pelangi yang Telah Lama Hilang cover
Keluarga Pak Chanyeol [ChanBaek] |  ✔ [DIBUKUKAN] cover
Ketika Bintang Kehilangan Cahayanya cover
ANDRA cover
Diary cover

DIKANESHA

16 parts Ongoing

Lahir sebagai anak di luar nikah menjadikan hidup Nesha sejak awal dipenuhi bayang-bayang takdir yang tidak ia pilih. Kedua orang tuanya terpaksa menanggung keputusan pahit, sementara ia tumbuh dengan membawa beban yang tidak pernah ia minta. Dari kecil, Nesha belajar bahwa cinta dan komitmen bukanlah janji manis, melainkan luka yang diwariskan. Rasa takut akan keterikatan membuatnya menutup rapat hati, seolah membangun benteng tinggi agar tak ada lelaki yang bisa menyentuh ruang terdalam jiwanya. Namun, satu pengecualian. Dika. Bersama Dika, Nesha menemukan versi dirinya yang paling jujur-tanpa topeng, tanpa pura-pura. Sebuah ruang aman yang tak pernah ia rasakan bersama siapa pun. Hanya saja, sebuah keadaan memaksa Nesha dan Dika pada ikatan yang paling ia hindari-pernikahan. Sebuah janji yang selama ini menjadi ketakutannya yang paling besar. Dan kini, ia harus menghadapi kenyataan bahwa lelaki yang selama ini ia percayai, justru adalah orang yang menggenggam kunci takdir barunya. - "Bajingan! Anak setan! Binatang sialan! Dasar satwa liar! Cowok keparat! Orang cabul! Lo apain gue malem itu hah!?" - Nesha mendesis di sana. "Ya lagian, masa gue gak ngerasain apa apa abis begituan." "YA EMANGNYA LO HARUS NGERASIN APA?!" "YEE APA KEK, GAK BISA JALAN ATAU GIMANA. MASA GAK SAMA KAYAK YANG DI BUKU BUKU, LO NYA GAK JAGO KALI!" - "Gue gak bisa janjiin pernikahan yang bahagia, menurut standar Lo. Tapi gue bakal usahain, jadi rumah buat Lo pulang. Rumah yang aman buat Lo tinggal, rumah yang nyaman buat Lo berbagi, susah ataupun senang." "Mau ya nikah sama gue?"