Berjalan di atas Duri [ Completed ]

Berjalan di atas Duri [ Completed ]

  • WpView
    Reads 686
  • WpVote
    Votes 102
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadComplete Tue, Feb 4, 2025
"Seorang perempuan duduk di depan jendela, memeluk erat lututnya, diterangi hanya oleh cahaya bulan. Setiap malam, jika saja jendela itu bisa berbicara, mungkin ia akan risih melihat perempuan lugu yang terus-menerus menangis di sana. Sama halnya dengan boneka teddy kecil yang selalu dipeluknya erat. Suara isakan tangisnya seakan menjadi lagu pengantar setiap malam. Tanpa itu, perempuan itu mungkin tak akan bisa tidur. ~Gaury zahi Qashwa~
All Rights Reserved
#962
sadstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JANJI TANPA SUARA
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • A Family Trip.
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • The Weight (Hayes Grier & Daniel Skye)
  • lost in the gaze of obsession
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • You Are My Only One (REVISI)

zayyan tumbuh di rumah besar yang sunyi bukan karena tak ada suara, tapi karena suara yang ada selalu berisi teriakan dan pertengkaran. ayah dan ibunya tidak pernah bercerai, tapi hampir setiap hari adalah perang dingin yang memekakkan di balik wajah datarnya dan sikap acuhnya yang sering di salah artikan, zayyan menyimpan luka : trauma melihat keluarganya perlahan dan sedikit demi sedikit menjadi bangunan hancur Zahira berbeda. ia hampir tak pernah bicara, bukan karena tidak bisa, tapi karena takut. dulu ketika kecil, ia pernah di culik oleh pamannya sendiri karena mempunyai kemampuan melihat sosok gaib. ia tumbuh sebagai gadis yang pemalu, tertutup dan penuh kecemasan. ia merasa lebih nyaman di balik buku gambar dan menuliskan diary dari pada di antara keramaian ketika dua jiwa penuh luka bertemu, tak ada janji yang di buat. hanya tatapan yang saling mengenali rasa sakit. tanpa suara,tanpa tuntunan mereka mulai belajar : bahwa terkadang, yang paling menyembuhkan bukan kata - kata, tapi keberadaan yang jujur dan sederhana janji tanpa suara adalah kisah tentang trauma yang diwariskan dalam diam, tentang keberanian untuk mempercayai lagi, dan tentang cinta yang tumbuh perlahan bukan untuk menyempurnakan, tapi untuk saling menerima kekurangan

More details
WpActionLinkContent Guidelines