BRAMASTA

BRAMASTA

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 15, 2026
Siapa sangka pengumuman besar yang diadakan oleh keluarga Bramasta lewat sebuah pesta, justru menjadi titik awal dimulainya sebuah masalah yang datang secara tiba-tiba dalam hidup Alana Bramasta. Setelah Ayahnya resmi mengumumkan Alana sebagai pewaris selanjutnya yang akan menguasai seluruh kekayaan, bisnis, dan properti keluarga Bramasta, berbagai macam hal mulai terus menerus terjadi dalam hidup Alana dan kedua saudaranya. Kejadian-kejadian aneh mulai dari teror hingga kejadian-kejadian lainnya yang tak terduga terus berdatangan kedalam hidup Alana. Adanya teror-teror tak terduga membuat Alana menyadari bahwa di balik tenangnya keluarga Bramasta selama ini ternyata menyimpan banyak misteri-misteri yang taksatupun orang di dalam maupun di luar lingkungan keluarga Bramasta mengetahuinya. Hal itu membuat Alana harus segera bertindak muntuk membebaskan dirinya dari semua hal-hal aneh dan teror takmasuk akal yang terus menghantuinya.
All Rights Reserved
#839
fiksiilmiah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 7 Atma di Gudang 04
  • MAAF, GLADISTA (END)
  • Mengejar Matahari {END}
  • Lapse
  • YOU
  • The Moon and Starlight [ON GOING]
  • Harold
  • KASAK KUSUK DALAM KELAMBU
  • Assassin's Creed X Reader (Male & Famale) [Indonesia]
  • Heartbeat and History [END]

Di bawah langit yang selalu tampak mendung, tujuh remaja terikat oleh satu benang merah yang sama: luka yang mereka sembunyikan di balik seragam sekolah yang rapi. ​Arkan adalah pemimpin yang retak; ia menjaga keutuhan kelompoknya saat rumahnya sendiri hancur berkeping-keping. Di sisi lain, ada Liora, gadis yang belajar tersenyum di tengah badai psychological yang menghimpitnya setiap malam. Bersama lima sahabat lainnya, mereka membangun "benteng" sendiri di sebuah gudang tua sekolah-tempat di mana tangis tidak dilarang dan tawa tidak dipalsukan. ​Ini bukan sekadar cerita cinta monyet di kantin. Ini adalah tentang bagaimana mereka bertahan hidup ketika orang tua menjadi orang asing, ketika sekolah menjadi medan tempur, dan ketika satu-satunya cara untuk tetap tegak adalah dengan saling berpegangan tangan dalam gelap. Sanggupkah mereka terbang bersama saat sayap masing-masing telah patah?

More details
WpActionLinkContent Guidelines