We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mohan: Derai Angan

Mohan: Derai Angan

  • WpView
    Reads 862
  • WpVote
    Votes 87
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 10, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Mohan Sadajiwa Lengkara, seorang pemuda yang tenang dan penuh perhatian, telah lama menyimpan perasaan yang tak terucapkan pada sahabatnya, Nafla Senandika. Bersama sejak kecil, mereka berbagi tawa, rahasia, dan kenangan yang melekat erat. Namun, bagi Mohan, Nafla bukan sekadar sahabat-ia adalah cinta pertamanya. Pernah, ia memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya, tetapi yang ia dapatkan hanyalah kebisuan yang menggantung tanpa jawaban. Dua minggu terakhir, ada sesuatu yang berbeda. Nafla terlihat semakin dekat dengan seseorang-bukan sembarang orang, melainkan Fattah Jayendra Lengkara, abang kandung Mohan sendiri. Kedekatan mereka yang kian nyata bagaikan belati yang menggores perasaan Mohan. Ia terjebak dalam dilema yang tak mudah. Di satu sisi, ia ingin melihat Nafla bahagia, tetapi di sisi lain, hatinya nyaris luruh setiap kali menyaksikan mereka bersama. Di tengah gejolak batin itu, hadir seorang gadis yang mengusik dunianya-Aqeela Aza Aneera. Berbeda dari Nafla yang tenang dan penuh pesona lembut, Aqeela datang seperti badai kecil yang berisik, riang, dan penuh warna. Kehadirannya perlahan mengguncang hati Mohan yang nyaris beku. Lantas, akankah Mohan merelakan Nafla untuk bahagia bersama Fattah? Ataukah, justru Aqeela yang akan mengubah arah hatinya?
All Rights Reserved
#256
cuek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines