Tanah Longsor 2014 (Brothership)

Tanah Longsor 2014 (Brothership)

  • WpView
    LECTURAS 3,366
  • WpVote
    Votos 1,188
  • WpPart
    Partes 27
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, dic 10, 2025
Kisah tragis terinspirasi dari tanah longsor kabupaten Banjarnegara 2014. Lima saudara yang harus menyaksikan betapa murkanya tanah dan hujan pada sore itu, tanah yang menggulung habis desa dan rumah tempat mereka tinggal. Air hujan yang bercampur dengan tetesan air mata dan darah segar kelima saudara tersebut. "AKU BENCI TANAH!! AKU BENCI HUJAN!" "TANAH KEMBALIKAN KELUARGA KU!!" "INI NGGAK ADIL!" Setiap pertemuan memang ada perpisahan, saat kita menerima kebahagiaan kita juga harus menerima kesengsaraan. Tak semua yang ada di depan mata selancar yang kita bayangkan, mungkin raga kita memang terpisah namun jiwa kita masih bisa bersatu kapanpun itu. Yang ga vote istrinya Walid꒰⁠⑅⁠ᵕ⁠༚⁠ᵕ⁠꒱⁠˖⁠♡ Star: 10/3/2025 End:
Todos los derechos reservados
#561
note
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Menghitung Yang Tersisa [Hiatus]
  • Kisah yang Kelam | Njm✓
  • Langit Antariksa (On Going)
  • Garis Takdir Sera [ON GOING]
  • If I Could Why Not?/END [YoonTaeKook/All BTS]
  • Alone [COMPLETE]
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • ABANG (END)
  • Kehilangan Masa Kecil [TERBIT]✓

Terinspirasi dari dahsyatnya tsunami yang melanda Banda Aceh pada tahun 2004 silam. "Menghitung Yang Tersisa". Menceritakan tentang 7 bersaudara yang kini tersisa 2 bersaudara lagi akibat banyak tragedi yang menimpa keluarga mereka sejak dulu. Di bandung, mereka juga ditimpa masalah, dan saat di Aceh mereka juga ditimpa masalah sehingga tidak ada lagi yang tersisa. "Disaat derasnya gelombang tsunami, aku berteriak keras memanggil kedua saudaraku. Dengan deraian air mata yang perlahan membasahi pipiku, aku tidak melakukan apa-apa selain berteriak. Aku berteriak tak kalah nyaringnya dengan suara ombak tsunami yang terdengar begitu mengerikan." "Oh tuhan, engkau telah mengambil semua orang yang kucintai. Engkau juga telah mengambil separuh jiwa ragaku. Kenapa engkau tidak mengambil ku juga, agar penderitaan ku saat ini cepat berlalu. Kapan engkau akan menjemput ku? Sungguh, aku ingin sekali mati. Berkali-kali aku mencoba untuk mati, tetapi engkau selalu datang untuk menyelamatkan ku." "Matilah, aku akan terbebas dari penderitaan yang terdengar menyakitkan ini. Matilah, katanya aku akan terlahir kembali menjadi orang yang lebih baik lagi. Lantas jika aku mati, apakah aku pantas berada di sisimu?" By: Herry ⚠️🚫Don't copy bro, mikir cerita ga semudah yang dikira. Jangan pikir aku juga jiplak karya penulis lain, ini 100% murni dari apa yang aku pikirkan. Jika cerita ini sama dengan milik orang lain, mungkin itu hanya sebuah kebetulan atau ketidaksengajaan.🚫⚠️ ‼️Bukan lapak BXB‼️ MINIMAL VOTE DAN KOMEN, JANGAN JADI PEMBACA GELAP‼️ Start: 23 Mei 2025 Finish: -

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido