Adelaide Path

Adelaide Path

  • WpView
    Reads 721
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 17, 2026
Bagaimana rasanya punya hutang budi? Pilihan seperti dibeli dengan kepentingan pribadi. Seakan kebebasan tak pernah punya arti yang benar. Nahla berkali-kali dihadapkan pada pilihan untuk lari, tapi ia harus menepati janjinya. Sebuah kesepakatan yang ia setujui tanpa memikirkan kehidupannya di masa depan. Sebab sekalipun ia jatuh cinta, ia tak pernah punya kebebasan yang mutlak. Termasuk menyelamatkan dirinya dari patah hati. Adelaide menjadi alasan kebebasan sekaligus luka terdalamnya dalam perjalanan pernikahan.
All Rights Reserved
#59
quarterlife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ruang ; Kursi dan jendela
  • Kerfuffle (Tamat)
  • Dampatigaḷu [Pre Order]
  • May I Love You?
  • Perempuan Kedua
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • Cinta Yang Memudar
  • Oddly Coupley (Complete)
  • LAVANYA
  • Di Atas Kasta

Tolong! Rubiana Mentari tertimbun tanah galiannya sendiri setelah membuat ulah dengan Tuan muda Arkaish Dewanggala, the one and only, bujang idaman kaum sosialita yang berdarah ningrat dan hobi gonta-ganti perempuan! Awalnya, Bia cuma ingin mengacaukan rencana perjodohan kakak tirinya, Jistara, dengan cara mencium Arkaish didepan umum, lalu mengaku cinta setengah mati dengan lelaki buaya yang hobi membuat Bia mual itu! Dia cuma ingin membuat kakak tiri dan juga Papinya malu! Nggak lebih! Ini semacam aksi balas dendam dadakan dan super nekat! Dan, ya. Memang betul setelahnya, rencana perjodohan Jistara gagal total. Bia puas sekali melihat Jistara si anak manja menangis sesenggukan karena lelaki idamannya di sosor duluan. Tapi, hidup Bia juga ikut amburadul! Ya ampun! "Kalau begitu, kita jodohkan saja mereka." T-tunggu. Tunggu dulu! Siapa yang akan di jodohkan dengan siapa?! "Kalian bersedia, kan?" Apa?! K-kenapa ... Semua orang menatapnya begitu?! "S-saya--" "Kami memang memutuskan untuk pacaran." Hah?! Bia menoleh. Menatap si brengsek yang sedang tersenyum tipis sambil melanjutkan. "Kami akan saling mengenal dulu. Iya, kan?" Lelaki itu menggenggam tangannya lantas tersenyum lagi. HARUSNYA TIDAK BEGINI! Tidak! Ini tidak benar! Baik. Tenang, Bia. Tenang. Jangan panik! Mari kita cari solusinya. Pertama-tama, tarik napas panjang lalu hembuskan perlahan. Ya, bagus. Tujuannya sekarang sudah jelas ; Bia akan menyusun beribu rencana agar lelaki itu muak dengannya lalu memutuskan hubungan secepat mungkin. Itu mudah! Bia pasti bisa melakukannya! Warning : sepuluh part terakhir sudah di hapus. Silahkan dibaca di karyakarsa. Terimakasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines