from enmity will end in love

from enmity will end in love

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Nov 7, 2024
Alcka:"mungkin ini takdir yang menyatukan kita menjadi sepasang kekasih " Damian:"gw ga bisa hidup tanpa lo Al...lo bagaikan benang yang menjahit diri gw dan ga bisa di lepas kembali....lo bagaikan cahaya yang bersinar di hidup gw....gw sayang lo Al" Rifa:"aku memiliki kelebihan seperti lelaki seperti bisa bertarung,menggoda cewek,karena aku tomboy sih, tetapi aku masih normal ga kaya kakak ku....aku salah satu tokoh yang terselip di novel ini....ikut cerita ini ya sampai akhir agar tau siapa aku sebenarnya" Zalta:"mamah akan selalu menyatukan kalian walaupun mamah juga cemburu karena kemesraan kalian, mamah memang masih muda Karena itu para cowok kepincut sama mamah....hahahaha" Alda:"aku adalah putra dari raja dan raja karena itu aku menjadi pangeran aku sangat tampan melebihi papi dan ayah ku apalagi kak Rifa...huwahahaha"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • Butterfly [COMPLETED]
  • 244 Days to Hurt You
  • Prince Untuk Alea
  • ALRIN
  • AZRAELLA
  • ALCA STORY
  • ARSYANIEL
  • TRAUMA!
  • Behind Our Eyes

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines