2045: BERHARAP EMAS MALAH NAHAS

2045: BERHARAP EMAS MALAH NAHAS

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 29, 2024
**MENUJU INDONESIA EMAS 2045** Sekitar tahun 2020-an slogan itu cukup terkenal diucapkan oleh para pejabat tinggi negara pada masa itu, kata-kata yang seolah memberi harapan pada masyarakat bahwa di tahun segitu bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju. Bukan tanpa alasan mereka menggaungkan slogan penuh harapan itu, selain untuk memperingati semakin dekatnya 100 tahun usia bangsa Indonesia setelah kemerdekaannya, kata-kata itu juga memperkenalkan wajah baru dari Indonesia. Ibu Kota Nusantara atau di singkat IKN, merupakan wajah baru itu dan dengan segala janji pemerintah tentang kemajuan kota itu, membuat slogan '2045' semakin menggambarkan masa keemasan bangsa ini. Tapi sepertinya slogan itu harus diganti, tepatnya dibagian *Emas* menjadi *Nahas*, kenapa nahas? Karena memang begitu kenyataannya. Slogan itu hanya omong kosong, tidak ada yang namanya keemasan apalagi kemajuan, hanya ada kehancuran dan kematian dimana-mana. Keemasan yang didambakan, kemajuan yang dijanjikan, semuanya terdengar seperti cerita dongeng layaknya Narnia atau Neverland dari film-film jadul jaman 2000-an, hanya saja genrenya horor plus thriller. Intinya di tahun 2045, rakyat Indonesia atau bahkan mungkin dunia bukannya semakin cerdas malah jadi seperti hewan buas. Itu semua karena sebuah virus yang entah darimana asalnya. Virus yang menjadi pengiring kehancuran peradaban umat manusia.
All Rights Reserved
#221
wabah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jejak: 31 Hari (Tamat)
  • Sihir? CHS indonesia [END]✅
  • Biopocalypse
  • Rindu
  • Kos-Kosan Bobrok [ ✔ ]
  • ɪ'ʟʟ ᴛᴀᴋᴇ ᴄᴀʀᴇ ᴏꜰ ʏᴏᴜ  < Slow Up >
  • KAKTUS [On Going]
  • Yamada Bros Day✓

Saat pandemi mayat hidup melanda Indonesia, sekelompok orang di Pemerintah berusaha mengumpulkan informasi melalui jejak para penyintas yang pernah (atau masih) bertahan hidup. Sembari melakukan tindakan evakuasi, akhirnya mereka dipertemukan dengan biang keladi bencana ini. Tak disangka, ternyata para pelaku sabotase memiliki kekuatan yang tak dapat diremehkan. Lantas, dapatkah Pemerintah menyelamatkan jiwa masyarakat yang tersisa? "Naluri buas keluar, empati menguap. Lari dan sembunyi tak lebih dari sekedar memperlambat kematian, karena mayat hidup bukanlah satu-satunya ancaman." ••• 🖋Cerita ini memiliki alur maju mundur dan sudut pandang dari banyak tokoh. 🖋Cerita ini mengandung unsur dewasa, kekerasan, dan konflik yang tidak dianjurkan untuk dibaca sendirian oleh pembaca di bawah 13 tahun. 🖋Update sesempatnya. 😏Selamat membaca😏

More details
WpActionLinkContent Guidelines