Tubuhnya terbujur kaku dengan jantung yang tertusuk belati, surai pucatnya ternoda darah hingga menimbulkan kontras yang begitu mendalam. Delion menatap teman-temannya dengan bingung kenapa mereka menangis, tak ada yang terluka kecuali dirinya "kenapa kalian menangis? Aku tidak apa-apa..." kata Delion dengan tangannya yang berada pada pipi Tristan-mengusap air mata Tristan yang sedang mengobatinya. Sebastian menatap Delion dengan pandangan kosong seolah jiwanya tak lagi menjadi bagian dari raga. "Berhenti menangis, kalian terlihat jelek." Delion ingin tertawa terbahak-bahak tetapi yang keluar Dari mulutnya hanyalah darah. Matanya memandang teman-temannya dengan tulus "Tak apa, ini akan kembali terulang..." gumannya lemah, tubuhnya kembali mendingin seolah seluruh kekuatan Tristan hanyalah hembusan angin. Sebagai Kaimana-development game semuanya hanya terus berulang hingga sang pencipta puas dengan ending game ini. [Hiatus] Karena gue lagi sibuk banget di RL.
More details