SIBUNGSU DAN LUKA

SIBUNGSU DAN LUKA

  • WpView
    Reads 5,476
  • WpVote
    Votes 174
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 31, 2024
Semenjak bunda pergi meninggalkan rumah untuk pengobatan rumah ini terasa seperti rumah kosong yang tak berpenghuni padahal dulu rumah ini bagaikan istana yang sangat ramai walau didalam nya hanya berisikan sepasang suami istri dengan ketiga anak nya. Jika aku diberikan satu permintaan maka aku akan memilih untuk bertukar jiwa dengan bunda. Raga mereka masih ada tetapi peran mereka telah tiada sejak lama. Tuhan aku mohon tolong cepat sembuhkan bunda rumah ini tanpa bunda bagaikan rumah yang terbengkalai. Bunda rumah ini telah kehilangan nyawanya!!!! _LAVANYA ELEA GEORGANI_
All Rights Reserved
#13
ultramen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • LUKA ALLEA
  • LUKA
  • coretan cahaya
  • secretary and ceo fierce
  • DIA, BUNDAKU? [END]
  • MEMELUK LUKA [END]
  • LUKA TAK BERDARAH ✔

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines