Jangan Mati Dulu [ TAMAT ]

Jangan Mati Dulu [ TAMAT ]

  • WpView
    Reads 550
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 12, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Abuse and Trauma
Family Life
Growth and Self-Discovery
"Jangan mati dulu, kamu terlalu berharga untuk pergi dengan cara bunuh diri." Namanya Moon Dyana, kita bisa panggil dia Mondy. Lahir di tengah-tengah keluarga yang menginginkan anak laki-laki, merajakan anak laki-laki. Dicaci dimaki? Itu makanan setiap hari. Maka ketika perasaan tak berharga untuk tetap hidup muncul, Mondy pilih untuk mengakhiri hidup. Tiga kali ia mencoba mati, tiga kali juga tak bisa mati. Seolah Tuhan sengaja sekali, menyuruhnya menikmati, luka yang membuat raganya hidup dengan jiwa yang telah lama mati.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Full Of Scratches
  • 180 Days
  • Accismus ✔️
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • We Used To Be A Family
  • Friend's Zone's
  • Adlana Rian C.
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Esya {TERBIT}

Jangan lupa vote yaaa! 🤗 Karena dukungan kalian begitu berarti buatku!🤗 ________________________________ Takkan pernah terbayangkan sebelumnya jika kehidupan yang digariskan oleh Tuhan ternyata se-pelik ini. Ia bahkan merasa masalah sangat senang menghinggapi dirinya. Ia hanya bisa berharap akan ada secercah cahaya yang membawa harapannya mengudara bersamaan dengan teka-teki dalam hidupnya dapat terpecahkan. * * * "Saya akan pastikan bahwa seluruh anggota keluargamu akan menanggung akibatnya! Saya bersumpah!!" _ "Manusia mana yang tidak takut mati?" _ "Sebelum pergi, aku hanya ingin mengungkap satu hal agar aku bisa pergi dengan tenang. Hal yang membuatku begitu penasaran setengah mati. Tolong izinkan aku ya tuhan... " _ "Aku hanya ingin tahu kebenaran seperti apa dibaliknya, bukan membuka luka lama. Karena bagaimanapun, luka sudah menjadi teman dalam hidupku sejak kejadian itu. Jadi, meski luka lama itu dibuka atau tidak, aku sudah terluka dengan hebat." _ "Terima kasih telah mengajarkan ku apa arti hidup itu. Aku tidak menyesal dan aku bahagia..." * * *

More details
WpActionLinkContent Guidelines