What's on My Mind?

What's on My Mind?

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 14, 2025
Seseorang pernah berkata padaku, "Jika ada hal yang ingin kauutarakan, namun sulit untuk kauucapkan, maka tulislah dan biarkan orang lain membacanya." Dan, ya, itulah yang aku lakukan saat ini, tepatnya di sini. Menghamburkan semua yang ada di hati, pikiran, atau apa yang terjadi di sekitarku melalui rangkaian kata-kata. Mungkin bagimu, apa yang ada di sini terasa biasa saja atau bahkan membosankan (atau menggelikan?). Tapi bagiku, apa yang ada di sini setidaknya membuatku merasa lega. Jika kamu tertarik menyelam lebih jauh, selamat datang dan mari berenang bersama-sama! . . . . . Mohon maaf apabila masih banyak kekurangan dalam tulisan-tulisan yang kubuat di sini, aku memang masih perlu belajar banyak :D
All Rights Reserved
#433
kumpulanpuisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • Lembut Seperti Doa
  • Mahligai Sunyi
  • DikaRanggi
  • You are in my past and my future [END]
  • Diksi Dalam Sepi
  • Goresan Pena
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Happier Than Ever [COMPLETED]
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan

Highest rank #1 poetry (21/03/2025) #1 poem (12/04/2025) #1 nonfiction (23/05/2025) #1 quote (15/02/2025) #1 syair (15/02/2025) #1 words (08/02/2025) #1 puisiindonesia (02/02/2025) #1 sastraindonesia (21/02/2025) #1 berpuisi (05/05/2025) #1 perih (15/03/2025) #1 antologi (15/02/2025) #1 wattpadpoetry (02/02/2025) #1 pencintasastra (02/02/2025) #2 diksi (15/05/2025) #6 favorit (23/05/2025) #9 aksara (08/02/2025) #12 nonfiksi (19/06/2025) #13 puisi (18/08/2025) #22 rasa (12/04/2025) #60 indonesiamembaca (10/03/2025) Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** Seri Satu dari antologi puisi FOUR ©2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines