Masihkah Tuhan Mendengarku?

Masihkah Tuhan Mendengarku?

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 4, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Lia lahir ditengah kegelapan, dihantui luka dan penolakan dari keluarganya sendiri. Ayahnya tak pernah melihatnya sebagai anak, melainkan sebagai beban dan penyebab kehilangan, menjadikan hidupnya sebuah neraka tanpa akhir. Terperangkap dalam derita tanpa harapan, Lia memilih menutup diri dari dunia, menganggap dirinya tak pantas untuk dikasihi dan dicintai. "Aku menyerah bu. Aku menyerah bukan karena aku lemah. Lia menyerah karena takdir Lia memang harus menyerah." Di tengah hidup yang kelam, Lia berusaha mencari secercah harapan. Namun, dengan masa lalu yang terus membayangi, "Haruskah aku benar-benar menyerah?" Mampukah ia bangkit dari luka mendalam yang menggerogoti jiwanya, atau akhirnya memilih untuk menyerah? Agak angst ygy, btw ada adegan yang kurang mengenakkan, jadi buat yang umurnya dibawah 20 tahun itu konsekuensi kalo maksa mau tetep baca cerita ini :> So, enjoy ya!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • King's Obsession (Complete)
  • Penuh Luka (On Going)
  • The Unwritten Rule [21+]
  • Maybe Happy?✔
  • Di Usia 16(Terbit)
  • Harapan Bunga Terakhir
  • SO PRECIOUS (PART COMPLETE)
  • Alisa's Story
  • Full Of Scratches

•~•~•~•~•~•~•~•~~•~•~•~•~• "Ayah minta tolong ke Shena, pertimbangin permintaan Ayah kemaren." Paham akan maksud arah pembicaraan Zet, Shena masih diam. Menunggu Zet menyelesaikan ucapannya. "Kondisi Zoya semakin sering drop sekarang. Paling nggak kalau ada Zieldra di samping dia, Zoya jadi lebih semangat ngejalanin kehidupannya." "Tolong kabulin permintaan Ayah kali ini Shena, Ayah janji Ayah nggak akan minta apapun ke kamu setelah ini." Tidak seperti biasa Shena merespon permintaan Zet dengan senyum tulus kali ini, tanpa emosi, ataupun ujaran kebencian. "Ayah tenang aja, Shena bakal lepasin Zieldra kok, tapi nanti dulu ya Yah. Tolong kasih Shena waktu sebentar lagi." Raut binar kebahagiaan terlihat jelas diwajah Zet. Dirinya senang Shena mau berbesar hati merelakan orang yang dia sayang untuk Adiknya. "Kamu serius sayang?" "Iya Yah." "Tapi kasih Shena waktu. Shena juga nggak bakal lama disini. Tunggu Bunda ngejemput Shena dulu. Dan saat itu Zieldra bakal jadi milik Zoya sesuai dengan permintaan Ayah." jawab gadis itu tenang, tak lupa senyum tulus dia sunggingkan. ~•~•~•~•~•~•~•~•~• •~•Star 08/07/2022•~• •~•Finish 22/08/2022•~• ~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~• ⚠️follow dulu sebelum baca. ⚠️Murni karya sendiri, mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat, atau jalan cerita. ⚠️Belum revisi. Maaf typo bertebaran •••••RANK••••• # 3 fiksiremaja # 2 fiksiremaja # 1 brother

More details
WpActionLinkContent Guidelines