How Was Your Day

How Was Your Day

  • WpView
    Reads 1,541
  • WpVote
    Votes 203
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2026
Galih Permana Alka menjalani kehidupan tenangnya sebagai guru les gitar di Kota Bandung. Segalanya pun sudah cukup baginya hingga sahabatnya-Abimanyu Dwi Restu Putra-mengajaknya mengisi reguleran di kafe milik kawannya. Pertemuan awal dengan Ghintara Ayuningrum, perempuan cantik bersuara merdu yang banyak bicara itu tidak sebaik pertemuan seperti di novel romantis. Karakter keduanya yang bertolak belakang membuat setiap pertemuan mampu dituliskan di dalam buku diary sebagai pertemuan yang menyebalkan, namun tetap mengasyikan. Keduanya bertemu dalam satu hobi yang sama. Sama-sama membuka cerita, impian, tujuan, hingga keresahan. Perlahan perasaan mereka mulai bertaut. Meski semakin lama dijalani, keduanya semakin sadar bahwa jalan hidup keduanya begitu berseberangan
All Rights Reserved
#7
lovelife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bersaing dengan Masalalu
  • Hatiku Tentangmu (End)
  • Relationship
  • Frekuensi Rasa [END]
  • Surat Untukmu
  • Meraih Cinta Suamiku
  • Asmaraloka
  • A Memory of You

Alia Wenang kira kehidupannya sempurna, menjadi seorang Ibu Persit dari Dwikara Prasetya dan juga ibu untuk Andika Prasetya yang tengah aktif-aktifnya di usianya yang sudah memasuki sekolah dasar meski, tapi sayangnya kesempurnaan yang dia rasakan nyatanya tidak lebih dari sebuah fatamorgana. Suami yang Alia kira mencintainya nyatanya masih terjebak dengan masalalunya, seorang sahabat yang di cintai suaminya seumur hidupnya, perempuan pembuat patah hati sebelum akhirnya Dwikara bertemu dengan Alia. Sakit hati, hancur, marah dan kecewa, itulah yang Alia rasakan saat tahu kenyataan tersebut hingga membawa Alia pada sebuah dilema yang sulit akan dua pilihan. Bersaing dengan Masalalu, akankah Alia berhasil mengalahkan sosok-sosok penganggu tersebut? Atau malah Alia memilih menyerah meninggalkan Dwikara dengan sejuta penyesalan. _Pahami dulu hatimu, Bang. Coba tanya, kamu ini masih menyimpan rasa atau kamu hanya sekedar terjebak pada kenangannya_

More details
WpActionLinkContent Guidelines