We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Seuntai Kata, Sejuta Rasa

Seuntai Kata, Sejuta Rasa

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 28, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Ziya tak pernah menyangka, pertemuannya dengan Aksa di masa SMP akan mengubah seluruh hidupnya. Yang bermula dari rasa kesal pada teman satu kelompok, perlahan berkembang menjadi kekaguman yang sulit ia jelaskan. Bertahun-tahun berlalu, rasa itu tumbuh dalam diam-menyakitkan, namun penuh harapan. Di saat mereka beranjak dewasa, Aksa tak pernah menyadari bahwa sahabat yang selalu di sisinya sebenarnya menyimpan cinta yang tak terucap. Namun, sampai kapan Ziya sanggup bertahan dalam bayang-bayang perasaannya sendiri? Beranikah ia mengungkapkan isi hatinya, meski tahu bahwa kenyataan bisa menghancurkan segalanya? Di saat Ziya akhirnya memberanikan diri menulis sebuah surat, keputusan itu mengantarkannya pada babak baru yang tak terduga. Apakah cinta yang selama ini ia simpan akan membawa kebahagiaan, atau justru mengajarkannya arti ikhlas yang sebenarnya? Ikuti kisah Seuntai Kata, Sejuta Rasa-sebuah perjalanan tentang mencintai dalam diam, melepaskan dalam ketulusan, dan mengenang dengan sepenuh hati.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • REKSA: The Last Bell
  • Melangkah Tanpa Ragu
  • To Heal
  • Naya
  • Satu Atap, Satu Hati
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Saat Cinta Tak Terucap

Reksa adalah seorang remaja pendiam yang selalu merasa asing di antara keramaian. Masa lalunya dipenuhi luka yang sulit dilupakan, meninggalkan jejak trauma yang membuatnya enggan membuka diri kepada siapa pun. Baginya, dunia terasa seperti labirin tanpa pintu keluar-terjebak dalam bayang-bayang masa lalu yang menghantuinya setiap saat. Namun, segalanya mulai berubah ketika ia memasuki SMA dan bertemu dengan sekelompok teman yang perlahan mengisi celah kosong dalam hatinya. Mereka tidak hanya hadir sebagai teman sebatas kata, tetapi juga sebagai cahaya yang menerangi sisi gelap yang selama ini ia sembunyikan. Dengan perlahan, Reksa mulai menemukan keberanian untuk keluar dari cangkangnya. Ia belajar bahwa tidak semua orang akan menyakitinya, bahwa ada tangan yang siap meraih dan hati yang tulus menerima. Di tengah canda tawa, konflik, dan perjalanan emosional yang mereka lalui bersama, Reksa mulai memahami bahwa masa lalu tidak harus menjadi belenggu. Perjalanan ini bukan tentang melupakan luka, tetapi tentang menerima, berdamai, dan melangkah maju. Dan di sinilah kisahnya dimulai-tentang seorang anak yang pernah hancur, tetapi menemukan kembali dirinya di antara orang-orang yang peduli.

More details
WpActionLinkContent Guidelines