Setelah di angkat sebagai pemimpin tertinggi organisasi menggantikan Caisar, Daniel dihadapkan pada konflik internal yang membuat setiap harinya seperti berperang. Ancaman kematian, pengkhianatan dan rahasia yang tidak pernah ia bayangkan terkuak. Yuna belum mati. - Daniel menyelipkan sebuah cincin emas putih di jari manis gadis yang sangat ia cintai. "Selamat ulang tahun, Yuna." Iris mata yang gelap bak malam gulita menunduk sedih, dan sudah di basahi air mata. "Maafkan aku." - "Apa kau mau menikah denganku?" Di bawah sinar bulan yang benderang cantik, Daniel bersimpuh di hadapan gadis yang memiliki iris coklat terang seindah rembulan malam. Sebuah cincin dengan permata berkilauan di hadapan gadis itu, yang sudah menatap haru kekasihnya. Kepalanya mengangguk spontan menyambut lamaran Daniel dengan suka cita. - "Yang nikah siapa, yang bunting siapa." ❗ Disclaimer cerita ini merupakan spin off dari Daniel yang ada di book terpisah. Ada baiknya untuk membaca book pertama lebih dulu baru lanjut ke sini. ❗
Detail lengkap