Jeano with Rain [Lee Jeno]

Jeano with Rain [Lee Jeno]

  • WpView
    LECTURAS 272
  • WpVote
    Votos 22
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, dic 22, 2024
WpInfo
Fanfic
NCT
"Hujan adalah Anugerah, dan Jeano adalah setumpuk luka yang indah." -Rintik Tamara. ~•~•~ "Ra, kalo hujan jangan lupa berteduh ya? Gue enggak mau liat Lo sakit." pesannya seraya melepaskan pelukan kami. "Enggak mau, karena hujan itu adalah kamu. Mana mungkin aku pergi ninggalin kamu?" Aku menggelengkan kepalaku membuatnya menangkup kedua pipiku dengan tangannya. Ia sedikit mengurangi jarak antara kami. Hingga dua matanya yang indah itu, dapat aku lihat jelas teduhnya. "Setelah hujan itu membuat Lo sakit, dia pasti akan pergi Ra. Akan ada jarak. Makannya gue enggak mau Lo sakit, berteduh ya Ra?" "Kalo kamu itu hujan, terus kemana aku bisa berteduh?" "Jeano Ra, dia akan menjadi tempat Lo berteduh." terlukis senyuman di bibirnya. Itu seperti, pelangi.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sadewa (END)
  • Epiphany - Lee Jeno [SELESAI-REVISI]
  • A GA TA || Lee Jeno [COMPLETED]
  • POLARIS
  • dimana janji tersebut
  • It's Always Been You✔️
  • Our Emergency Calls
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • ILY My Protector | Jeno

Sadewa Chandra Mahendra pria yang tak pernah bisa menjalani kehidupan dengan tenang, bertemu dengan seorang gadis yang membuatnya jatuh hati. Namun, karenanya gadis itu justru mengalami teror dari musuhnya. Bagaimanakah Chandra melindungi sang gadis? "Kalau lo mau tanda tangan gue, lo harus jadi pacar gue. Lo butuh tanda tangan ini kan? Biar engga di hukum?" Ucapan itu sukses membuat Reyna berpikir. "Adik pintar" ucap pria itu lalu mengusap kepala Chandra. Chandra menolak dengan menggerakan kepalanya. Pria itu tertawa lantas menginjak motor Chandra menyebabkan rasa nyeri kembali hadir dari arah kakinya yang masih terhimpit. "Chan, lo harus bisa bertahan bentar lagi kita sampai" ujar Haikal menguatkan. "Lo kuat, gue yakin" Ucap Arseno menimpali. "Kalau gue kenapa-kenapa, gue titip Reyna ya" ucapnya sebelum menutup mata. Note : akan di update secepatnya

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido