Suara di Dalam Diam

Suara di Dalam Diam

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 30, 2024
Malam itu, di dalam kamarnya yang remang-remang, Dara duduk di sudut tempat tidur, dikelilingi oleh keheningan yang menyesakkan. Dinding-dinding yang menyusutkan suara dunia luar membuatnya merasa aman, tetapi juga semakin terasing. Suara detakan jam dinding menjadi satu-satunya pengingat bahwa waktu terus berlalu, sementara pikirannya dipenuhi bayangan kelam dari masa lalu. Tahun-tahun berlalu sejak terakhir kali ia membuka hati. Trauma yang membekas, luka yang tak kunjung sembuh, telah mengajarinya untuk menjauh dari cinta. Setiap pertemuan, setiap tatapan, hanya menyisakan rasa takut yang menyesakkan. Perasaannya, seperti sebuah rahasia yang terperangkap dalam kegelapan, tak pernah bisa diungkapkan kepada siapa pun. Namun, di tengah kesepian yang menyesakkan, sebuah pesan anonim muncul di layar ponselnya. Seorang laki-laki yang tak dikenal, yang ternyata juga menyimpan cerita luka. Dara mulai merasakan sesuatu yang sudah lama hilang - kepercayaan dan harapan. Perlahan, dinding-dinding yang dibangunnya mulai runtuh, memberi ruang bagi perasaan yang sempat terkubur. Namun, cinta sering kali datang dengan cara yang tak terduga. Dan ketika ia akhirnya berani melangkah, ia tak menyangka bahwa jalan yang dipilihnya mungkin hanya akan membawanya lebih dalam ke dalam kegelapan. Karena terkadang, luka yang tak terlihat adalah yang paling menyakitkan. Happy Reading!
All Rights Reserved
#17
cemas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️
  •  DISTANCE OF LONGING [ END ]
  • Shadow That Fades
  • Feeling Blue
  • Behind The Smile
  • Epiphany [Completed]
  • KARAFERNELIA
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • 𝐋𝐚𝐤𝐬𝐚𝐧𝐚 𝐁𝐢𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐞𝐫𝐞𝐝𝐮𝐩 (𝐓𝐚𝐦𝐚𝐭)✔️

(DILARANG MELAKUKAN COPY DALAM BENTUK APAPUN TANPA IZIN) SELESAI -78 CHAPTER. Kalian tahu apa yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan? Mengenang. Yah, proses mengenang adalah hal terburuk yang pernah ada. Karena mengenang selalu menyeret kita untuk berjalan mundur. Perpisahan hanya 'kan meninggalkan kenangan yang membuat kita sulit lupa karenanya. Mengisahkan seberapa berisiknya mereka hanya dengan bertatap muka, seberapa kerasnya tawa, seberapa hebatnya tangis di antara mereka menghadapi betapa kejamnya takdir mempermainkan hidup. Seperti itulah kenangan. Bahkan, waktu pun takkan mampu untuk menghapus jejak yang telah kita gores bersama. Kenangan yang selalu membuat aku rindu. Kenangan yang selalu membuat aku mengatakan aku mengingatmu. Yah, kenangan itu adalah kalian. "Kalian itu alasan gua memahami definisi sayang tanpa rupa, keluarga tanpa darah." -Indri Raysilia Januar. Kritik dan Saran dipersilahkan. Karya : Indah_zrd Cover by : @indrindi13 /InArt

More details
WpActionLinkContent Guidelines