Pergi di Waktu Hujan

Pergi di Waktu Hujan

  • WpView
    Reads 160
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Feb 2, 2025
"𝘚𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘳𝘦𝘮𝘱𝘶𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢𝘪 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬" "𝘎𝘸 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢𝘪 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘣𝘦𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘨𝘸 𝘵𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘦𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯" -𝘝𝘢𝘭𝘦𝘳𝘪𝘢 𝘎𝘢𝘣𝘦𝘳𝘭𝘪 𝘈𝘯𝘥𝘳𝘦𝘴𝘰𝘯- ~ Valeria, seorang gadis cantik, bar-bar, dan baik, harus menghadapi setiap kebencian yang ada pada keluarga nya, disebabkan karena meninggal nya sang ibu karena melahirkan nya. Bukan hanya itu, papa nya juga menikah lagi dengan seorang wanita, yang mempunyai seorang anak perempuan bernama Valencia, dan seorang anak laki-laki bernama Vero. Disaat itu juga julukan seorang bungsu yang ada pada dirinya tergantikan oleh Valencia. Bahkan kini Valeria semakin jauh dengan keluarga nya. Walupun begitu, dia masih memiliki rumah kedua, yakni para sahabat nya. Dia berfikir,biarkan saja rumah pertama nya yakni keluarga nya, berantakan, karena ia masih memiliki rumah kedua.
Creative Commons (CC) Attribution
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INVISIBLE WOUNDS: Transmigrasi Jiwa
  • GHALI (HOLD)
  • TRANSMIGRASI 3 SAHABAT (TAMAT)
  • Rumah Yang Kuciptakan Sendiri
  • RIRI NATARI [END]
  • I'M TALISA
  • SAMUDRA BERCERITA || END
  • SIMETRI
  • Seminggu sebelum aku mati (End)
  • Kisahku Tentangmu

Kaleodra Lyorine atau kerap dipanggil Lea sejak kecil. Gadis ceria nan ramah, dibesarkan dengan kasih sayang penuh dari kedua orang tuanya yaitu Irfan dan Velie. Namun, pada suatu hari ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dirinya kehilangan nyawa. Alih-alih pergi ke akhirat ia diberikan kesempatan untuk menjalani kehidupan keduanya di tubuh seseorang. Siapa sangka tubuh gadis yang ia tempati adalah tubuh saudara kembarnya. "Gue punya kembaran? Kenapa Bunda sama Ayah gak pernah cerita?" bukan hanya terkejut akan jiwanya yang memasuki raga sang kembaran, tetapi juga ingatan yang memutar bak kaset rusak, ingatan menyakitkan yang bahkan ia tak menyangka saudaranya mengalami semua hal itu saat ia selalu tertawa bahagia. "Jiwa Lo kemana? Seberat itu ya?" Perlahan Lea mengingat semua kejadian yang kembarannya alami. Lea masih tak menyangka, ia menggigit bibirnya ketika berbagai perasaan asing muncul dari hatinya. Itu terasa seperti sedih, kecewa, marah, dan dendam. Cover by: pinterest & canva

More details
WpActionLinkContent Guidelines