JALAN SAMAR CINTA SEMESTA

JALAN SAMAR CINTA SEMESTA

  • WpView
    OKUNANLAR 4
  • WpVote
    Oylar 1
  • WpPart
    Bölümler 1
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Per, Eki 31, 2024
WpInfo
Kurgu
Romantik
Etiketlerfiksiremaja
Bak Laut yang tetap terlihat tenang meskipun terdapat misteri di dalam nya Mungkin itu lah kalimat yang pas untuk menggambarkan perasaan seorang gadis remaja pendiam yang mengagumi seseorang lelaki. yang menurut nya tak dapat tergapai, mungkin? Dia sudah lama mengagumi nya tetapi dia tidak pernah berniat mengungkapkan perasaan nya . Mereka tidak pernah ada kontak dalam bentuk komunikasi atau fisik Mereka hanya saling mengenal satu sama lain. Sebenarnya ada secuil rasa keinginan untuk berkomunikasi tetapi sayang nya ketakutan remaja tersebut lebih besar Mungkin kah suatu saat mereka akan memiliki hubungan? Atau mereka malah berujung asing? Atau. Mungkin mereka tidak ada kemajuan hanya saling mengenal satu sama lain saja? Tidak ada yang tau alur nya akan seperti apa mungkin sesuai mood author nya Mwheheheheheh Memanga awal nya agak gak nyambung tapi doain lama lama jadi nyambung yaaa
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • AL AL GANG [Complicated]
  • Effort 2 [ Completed ]
  • Effort ( COMPLETED )
  • FROST
  • Ay & Ar
  • JUST BE MINE [END]
  • SINAR LAUTAN
  • SEMESTA
  • ON SIGHT (Completed)
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)

Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi