Cahaya Rembulan

Cahaya Rembulan

  • WpView
    Reads 471
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 26, 2024
"Bulan purnamanya cantik--" "--tapi lebih cantik Bulan yang ada di samping gue." Rembulan Arsita merupakan seorang mahasiswi Akuntansi semester 3 yang berkuliah di salah satu Universitas ternama di Bandung. Rembulan atau yang akrab disapa Bulan tersebut merupakan seorang beauty vlogger yang cukup terkenal di kota Kembang ini, gadis tersebut memiliki jumlah followers hampir mencapai 100ribu berkat konten-konten yang telah ia buat. Gadis itu memiliki paras yang cantik, dengan kulit putih susu, bibir yang tidak tipis namun juga tidak begitu tebal, bulu mata lentik, hidung mancung yang kecil, serta rambut panjang sepunggung yang terkadang ia curly, tentu saja menjadi incaran para pria di sekitarnya. Meskipun begitu, hal tersebut tidak menutup kemungkinan Rembulan mendapat kesialan, yang mana ia malah diselingkuhi oleh kekasihnya sendiri. Demi mengalihkan kegalauan yang ia rasakan, Rembulan semakin dekat dan akrab dengan teman-teman kakaknya yang biasa selalu datang ke rumahnya, namun tanpa disangka ia malah jatuh cinta pada salah satu di antara mereka.
All Rights Reserved
#27
feb
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Awan Abu-Abu [END]
  • Beribu Luka
  • Ketika Cinta Tak Lagi Gratis ❤️ ON GOING ❤️
  • Still You [END]
  • Hi, Jeniva
  • Fix, You! (completed)
  • Semesta Bersabda // [SUDAH TERBIT]
  • Orenda✔️
  • BULAN [END]

Sinar rembulan memang lebih indah daripada harta yang gemilang. Uang memang bisa membeli apa yang diinginkan. Akan tetapi, uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Jalan halus yang penuh dengan gelombang, terus dilewati meski ada rasa bimbang. Akankah matahari memancarkan cahaya kehangatannya? Akankah bulan bersinar menerangi gelapnya dunia? Akankah bintang-bintang bermunculan menemani kegelapan di atas keheningan yang ada? Atau hanya awan hitam yang menghampiri, tanpa adanya seseorang yang menemani? "Dulu ... kita pernah sedekat amplop dan perangko, semesra pena dan kertas. Namun kini, 'tak jauh berbeda dengan bulan dan bintang. Terlihat berdekatan, namun 'tak dapat bersatu." - Georgino Arkana Putra "Lo bilang senja itu hal yang paling indah. Nyatanya dia malah menjadi saksi dari akhir kisah kita." - Neyara Abigail Gueni

More details
WpActionLinkContent Guidelines