Ning Sajida memilih tunduk dan patuh setelah mendapat perintah dari abahnya untuk menerima perjodohan dengan gus Labib yang dikenal cuek dan acuh, yang tak lain adalah tunangan almarhumah ning Balqis sahabatnya sendiri. Ia harus rela melepas kisah cintanya dengan gus Kahfi yang tak sampai tersimpul di ujung jalan takdirnya. Mengorbankan perasaannya sendiri, menyakiti hati gus Kahfi yang hampir saja akan mempersuntingnya setelah pulang dari studinya di Maroko. Ning Sajida mempertaruhkan perjalanan cintanya yang terbilang cukup lama bersama gus Kahfi, ia tidak ingin mengecewakan abah dan uminya, apalagi melihat kedua orangtua gus Labib yang berharap penuh padanya. Akankah ning Sajida bisa menggantikan posisi almarhumah ning Balqis di hati gus Labib? Sebaliknya, akankah gus Labib bisa menggantikan posisi gus Kahfi di hati ning Sajida? Dan bagaimana perasaan gus Kahfi ketika melihat ning Sajida sudah menjadi istri sepupunya sendiri setelah ia pulang dari Maroko? Akankah keduanya bahagia dengan takdir yang sudah digariskan oleh tuhan?
Más detalles