We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Semua Punya Luka 🌻

Semua Punya Luka 🌻

  • WpView
    Reads 320
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 21, 2025
WpInfo
Fanfic
Miraculous Ladybug
"Semua manusia mempunyai luka, karena tak ada yang sempurna di dunia yang fana." ☆Semua Punya Luka 🌻 "Luka bertemu luka hanya menciptakan sakit yang luar biasa." 🌻 ☆☆☆ "Arghh... Mati aja lo sialan. Liat aja gue bakalan buat dunia ini bagaikan neraka bagi lo, Azura," bentak Adelia. "Emang udah jadi neraka kan kak? memangnya kapan aku tahu rasanya bahagia itu." Balasnya lirih. ☆☆☆ "Sialan, kenapa lo harus buat ibu gue pergi. Kenapa muka lo harus mirip dengan perempuan yang ngorbanin nyawanya buat lo, gue ngga pernah minta lo lahir," emosi Adelio. "Aku juga ngga pernah minta dilahirkan, bang. Kalau tau gitu dari dulu aja aku mati, buat apa hidup hanya untuk terluka." balasnya dengan tawa yang penuh luka. ☆☆☆ "Kenapa lo harus berbuat hal menjijikkan itu, Ra. Lo kekurangan uang? minta sama gue bukan malah ngejual diri lo," ujar Ghaffi. "Haha... gue kira lo bakalan jadi obat Ghaffi, ternyata lo malah jadi luka terhebat. Ternyata kita emang ngga cocok yaa? karena luka bertemu luka hanya menciptakan sakit yang luar biasa." Balasnya dengan raut kekecewaan. ☆☆☆ "Aku emang ngga tau, darimana kamu dapat semua luka itu, tapi aku tau perasaan mu. Itulah guna sahabat, saling memahami tanpa menghakimi," ucap Aruza. "Terimakasih, telah menjadi satu-satunya orang yang mempercayaiku, tapi aku ngga kuat lagi, aku izin pergi duluan yaa?" balasnya dengan senyuman tanpa luka.
All Rights Reserved
#25
anakbungsu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejenak Luka
  • KEPERGIAN SENJA
  • Paradise
  • Full Of Scratches
  • HUJAN WAKTU ITU
  • Game of Hearts [REVISI]
  • NAKALA DAN TAWANYA
  • TITIK AKHIR.

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Naraka tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Naraka tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Naraka menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Naraka di hidup mereka. Karena Naraka cacat. Penuh cela. Naraka dibenci. Naraka disiksa. Naraka ditinggal. Naraka tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Naraka bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines