Batas TAKDIR Kita

Batas TAKDIR Kita

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 31, 2024
Seringkali orang berkata jika jatuh cinta diusia remaja maka hanya dianggap sebagai cinta monyet, cinta tanpa adanya kepastian dan cinta yang hanya dianggap sebagai permainan. Tapi benarkah semuanya seperti itu? Gatau deh pendapat dan pengalaman tiap orang kan berbeda-beda 🤷 Jadi pada tulisan kali ini sudah bisa kalian tebak belum apa yang akan dibahas pada cerita ini? atau masih penasaran? yaudah langsung dibaca, mangga, monggo, silahkan, waktu tempat dipersilahkan ^^ Enjoy in my story guyss~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yang Tertinggal
  • Cinta di Atap SMA
  • Anugerah Patah Hati [COMPLETE] ✔
  • Si Cupu Tenar
  • Kembar Sial | END
  • cinta pertama (END)
  • 4A
  • Love or Dare [Completed]
  • GEBETAN (Tamat)
  • I LOVE YOU, KAK! [SEGERA TERBIT]

Cinta.... Begitu banyak wanita yang terperangkap dalam kata Cinta. Apakah cinta itu sebenarnya? Mengapa semua orang sampai dibuatnya merasakan seribu kebahagian dan sejuta kesedihan? Mengapa mereka merelakan harga diri mereka untuk mendapatkan segenggam cinta dari sang pujaan hati? Mengapa mereka dapat membuang mimpi dan cita-cita mereka, agar dapat menjalani sisa hidup bersama kekasih mereka? Saat mereka jatuh dalam pelukan cinta, mereka akan merasakan segala keindahannya. Mereka akan memuji keindahan cinta. Mereka akan menulis sebuah syair panjang untuk merefleksikan rasa cinta mereka. Tapi saat cerita cinta itu berakhir? Mereka hanya akan berurai air mata. Air mata kehilangan. Air mata. Ya...hanya akan ada air mata menemani mereka. Betapa bodohnya mereka. Memuja cinta. Memuja sesuatu yang hanya akan membuat mereka menderita. Memuja sesuatu yang semu. Memuja sesuatu yang tak pasti.... Mungkin aku terdengar terlalu membenci cinta, mungkin aku terdengar terlalu sinis terhadap cinta. Sebagian orang mengagap bahwa aku tidak pernah merasakan mencintai. Sebagian lagi berkata bahwa aku takut untuk jatuh cinta. Mungkin pendapat yang kedua benar. Aku takut untuk jatuh cinta... lagi. Karena aku takut sakit untuk yang sekian kalinya. Ya... aku sudah beberapa kali merasakan mencintai seseorang dan merasakan beberapa kali di sakiti oleh rasa cintaku....

More details
WpActionLinkContent Guidelines