Garis Wajah

Garis Wajah

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 1, 2024
Tanggal lima Juni tahun 1997, adalah hari pertama aku duduk dibangku SMA. Memakai baju putih abu-abu sebagai penanda kalau masa wajib belajar yang tersisa hanya tinggal tiga tahun saja. Aku sudah bertekad untuk menjadikan tiga tahun terakhir ini sebagai batu loncatan untuk menyambut masa depan yang cerah. Namun tidak kusangka, ternyata benang merah kehidupan mempertemukanku lagi dengan dia, teman masa kecil yang tak pernah terlupakan. Dia, satu-satunya orang yang bisa kusebut sahabat dengan rasa bangga. Karena dia, sudah memberi cahaya di saat aku ditelan kegelapan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Julian (memang seharusnya) Mati [HIATUS]
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • The First, Not the Last
  • AKSA'S | HARUTO ✅
  • AWAL
  • Between Flower [COMPLETED]
  • Puisi Kegagalan
  • Be Mine [COMPLETED]
  • The Hoodie Girl (Gadis Hoodie Merah)

Kepada orang-orang yang cinta damai, dan teman-teman yang baik. ~~~ Malangnya Ellen yang harus kehilangan sahabat masa kecilnya, Julian. Suatu hubungan yang sudah lama terjalin, yang tanpa dipedulikan orang tua mereka--orang tua yang luar biasa cuek itu--harus berakhir seperti ini. Ellen adalah remaja berusia 17 tahun, satu tahun lebih muda dari Julian. Mereka sekolah di SMA yang berbeda dan terbilang cukup berjauhan. Mereka berdua bisa kenal satu sama lain karena mereka adalah tetangga. Yang Ellen dengar, di suatu malam ketika Julian hendak pergi ke supermarket mengendarai mobil, sahabatnya itu mati. Karena kecelakaan mobil--katanya. Hal itu benar-benar membuat Ellen sedih. Ia tidak berhenti menangis selama lebih dari dua minggu. Selama itu, ia tidak sekolah. Ellen, anak yang pintar di bidang akademik itu, sungguh tidak mau sekolah karena hal ini. Hatinya hancur ketika mengetahui sahabatnya itu telah pergi untuk selamanya, rasanya sulit menerima itu. Ellen bahkan tak lagi mempedulikan teman-teman di sekolahnya yang sangat mengkhawatirkannya. Ellen merupakan anak populer di sekolah, jadi tak jarang murid-murid di sekolah itu tahu tentang keadaan Ellen. Kebanyakan dari mereka mungkin hanya sekadar tahu Ellen sedang berduka atas kematian seorang teman. Akan tetapi ... bagi beberapa teman, bisa jadi mereka tahu lebih dari itu. dibuat pada: Februari 2023 dipublikasikan pada: Maret 2025 Note: Dilarang plagiat👊😭 Ini cerita bikinan sendiri. Jika ada kesamaan alur, tokoh ataupun latar itu adalah ketidaksengajaan. Ini sebenarnya tugas sekolah. Jadi sorry kalo ceritanya aneh, karena aku bikinnya terpaksa dan terburu-buru. Ini cerita lama, jadi maaf kalo kesannya rada² alay. Author bukan penulis handal, jadi maaf jika ada kata-kata yang aneh dan bikin tidak nyaman dalam membaca. Menerima kritik dan saran. Enjoyy!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines