Hallo kala.

Hallo kala.

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 2, 2024
"Senja nya sangat indah kan Kala, kamu ingin menjadi senja?" tanya Mala. "Enggak." "Kenapa?" "Karena senja datang untuk pergi." "Tapi dia akan kembali tanpa janji Kala." "Iya, tapi dengan corak yang berbeda, aku tidak ingin datang dengan aku yang bukan aku, Mala." 🌼🌼🌼 "Mala." "Hm?" "Jika senja mengalah untuk malam, apa aku harus mengalah untuk takdir?" "Takdir bukan untuk di kalahkan, tapi untuk di hadapi Kala." "Kalo kehidupan lain itu benar adanya, aku mau kamu sekali lagi untuk selamanya Mala." 🌼🌼🌼 Sedikit kisah, tentang lelaki yang begitu menyukai rintik hujan, katanya, hujan itu indah, hujan itu segar, hujan itu menyamarkan, ya, menyamarkan air mata yang selalu lancang luruh tanpa di minta. Niskala Kanagara namanya, lelaki penyuka hujan itu dia, selain hujan yang menjadi candunya, sang Arunika
All Rights Reserved
#150
mala
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Sejenak Luka
  • Rain And Tears [Proses Revisi]
  • DANADYAKSA
  • Juan [REVISI]
  • DEAR ANNA (LENGKAP)
  • Garis Takdir Nesha (TERBIT)
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Memories in Moon
  • Aksara & Hujan (TERBIT)
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines