We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Birama Cinta

Birama Cinta

  • WpView
    Reads 3,342
  • WpVote
    Votes 1,446
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 27, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang gadis melangkah tertatih, membawa luka yang terasa pedih. Awang-awang seolah jatuh, membuat dirinya luruh. Tak lagi merasakan indahnya dunia yang tengah dipijaknya, hingga melodi cinta itu datang memeluknya. Pemuda itu tak pernah berubah, apalagi menyerah untuk mendapatkan cinta si gadis. Melangkah lebih dekat, membawa gadisnya masuk ke dunia yang terasa hangat. Namun, janjinya pada sang Ayah, sering kali membuat dirinya merasa terusik. Rasa kecewa, sudah tergambar jelas di benaknya. Bagaimana jika Ayah tahu bahwa dirinya kembali mengingkari janji? "Maaf, Ayah." -Ashana Yuranika.
All Rights Reserved
#60
romansasma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • FRIENDzone (Completed)
  • Diam Diam Nikah
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔
  • ANJA [END]
  • [Complete] Fate in Chains
  • Eliinaa
  • [Complete] Senja di balik Hujan
  • You Are My Destiny

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines