
"Kezia Elara." Panggil Mamanya. Menyebut nama lengkapnya. Kezia yang duduk disamping Mamanya menoleh ke arah mamanya. Melepas headphone untuk mendengar kalimat yang akan diucapkan Mamanya. Mamanya memegang bahunya dan tersenyum dengan lembut, "Setelah ini kita akan memulai hidup baru. Nama kamu Kezia Elara. Mama gak mau kamu dipanggil Jia lagi. Mama mau kamu memperkenalkan diri kamu dengan panggilan Elara." "Kamu tahu apa arti nama kamu?" tanya Papanya menyahut dari depan. Jia menggeleng. Dia tidak tahu apa arti namanya sendiri. "Keindahan yang berkilau. Papa berharap hidup kamu bisa seperti nama kamu. Indah. Penuh kebahagiaan." Jelas papanya diakhiri dengan harapan. "Aku udah cukup bahagia punya Mama sama Papa." balas Jia "Elara. Mama jauh lebih bahagia punya anak secantik, sebaik, sepintar kamu." "Ini semua juga berkat Mama dan Papa." Jia atau yang sekarang dipanggil Elara itu memeluk Mamanya yang kemudian dibalas dengan pelukan yang lebih erat. Mereka akan pindah ke Yogyakarta karena Papanya dipindah tugaskan kesana. Memulai hidup baru dengan orang - orang baru.Todos os Direitos Reservados
1 capítulo