Story cover for RADAR by stowbewie
RADAR
  • WpView
    LECTURAS 316
  • WpVote
    Votos 58
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 316
  • WpVote
    Votos 58
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado nov 01, 2024
Jeno terkenal sebagai dukun cintanya SMA Pramula, ia selalu menebak benar jodoh orang orang. Lalu crushnya (Renjun) datang untuk mencoba kemampuan Jeno yang terkenal itu. 

"Gimana?"

Jeno mengerutkan dahi bingung, ia tidak melihat apapun. 

"Aku tidak bisa melihat apapun."

"Ini pembohongan"

Renjun meninggalkan Jeno yang melongo.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir RADAR a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#707jenren
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Delapan Bayangan satu janji cover
MAS REN! (NoRen) cover
IDOL (NoRen GS) ✔️ cover
REPEAT (Noren) cover
Satis Doll (On Going) cover
あなたに到達する | Reach you - Noren. cover
LOVED cover
Sweet Regret//NOREN//GS cover
She Is Mine /Noren/ (End) cover
GIFT (NOREN VER.) END  cover

Delapan Bayangan satu janji

9 partes Continúa

.Di sebuah sekolah sihir yang terkenal dengan keunikannya, Haechan dan Renjun masih berusaha keras menyembunyikan perasaan mereka masing-masing. Keduanya sering bertengkar, tapi ada sesuatu yang tak bisa disangkal di antara mereka. Setiap kali mata mereka saling bertemu, ada kilatan yang tidak bisa diabaikan, meski mereka berdua memilih untuk menutupi hal itu dengan sikap tengil Haechan dan kemarahan Renjun. Suatu hari, saat sedang latihan sihir, Haechan secara tidak sengaja membuat sebuah bola api meleset dan hampir mengenai Renjun. Renjun langsung meledak, memarahi Haechan dengan emosi yang tak terbendung. "Kamu gak pernah hati-hati, Haechan! Lihat, hampir saja aku terbakar!" Renjun berteriak, wajahnya memerah karena marah. Haechan, yang biasanya menganggap segala hal sebagai lelucon, kali ini terdiam. Melihat wajah Renjun yang begitu kesal membuatnya merasa aneh. Ada perasaan yang berbeda, perasaan yang tak bisa dijelaskan. Tanpa sadar, Haechan mendekat dan berkata dengan nada yang lebih lembut, "Aku minta maaf, Renjun. Aku gak sengaja." Renjun, yang semula ingin mengomel lebih lama, tiba-tiba terdiam. Dia melihat ekspresi Haechan yang lebih serius, yang jarang sekali muncul. Tanpa sadar, hati Renjun berdebar. Dia pun segera menjauh, berusaha mengontrol perasaannya.