Titik cinta di tengah iman

Titik cinta di tengah iman

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 4, 2024
Judul: Titik cinta di tengah iman Deskripsi: Kinara, gadis kota yang ceria dan penuh semangat, tak pernah menduga perasaannya akan tertambat pada Gus Alby-pemuda tampan yang hidupnya jauh berbeda darinya. Gus Alby adalah sosok berwibawa, pintar, dan memiliki kharisma yang sulit diabaikan. Mereka bertemu tak sengaja,dan sejak saat itu, Kinara tak bisa menghilangkan sosok Gus Alby dari pikirannya. Tapi bagi Gus Alby, Kinara hanyalah seorang gadis yang kebetulan ia temui. Hidupnya sudah dipenuhi tanggung jawab dan tuntutan, dan perasaan bukanlah sesuatu yang bisa ia prioritaskan. Sementara Kinara terus menyimpan harap dalam diam, Gus Alby tetap tak menyadari bahwa ada hati yang bergetar setiap kali ia tersenyum. Di tengah jarak yang membentang-bukan hanya secara fisik, tapi juga dari cara pandang hidup-Kinara harus memilih: menekan perasaan yang makin dalam, atau merelakan cinta yang tak akan pernah menjadi nyata. Akankah ia tetap berharap, atau belajar melepaskan? atau malah sebaliknya,kapal kedua nya berlayar? ---------- ! CERITA INI MURNI HASIL PEMIKIRAN SAYA SENDIRI,JIKA TERJADI KESAMAAN NAMA TOKOH,TEMPAT KEJADIAN,ATAU YANG LAIN NYA,ITU KETIDAK SENGAJAAN,DAN TOLONG BIJAK DALAM MEMBACA DAN BERKOMENTAR ! Happy reading.
All Rights Reserved
#354
kinara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mutiaraku
  • Dia dan Doa
  • I Love Gus (OPEN PO)
  • FAURAI [END]
  • Disantrikan Gus Dingin
  • Aksanara
  • CINTA UNTUK ALYA
  • GUS FATTAH (On Going)
  • Pertemuan di balik Pagar Pesantren
  • Al Biru? (on going)
Mutiaraku

"Gus, lepaskan hijab saya. Gus Nial tidak seharusnya di sini. Tugas Gus Nial sekarang adalah menyalami tamu dan tersenyum bersama dengan Neng Marwa. Bukan ke sini, hanya sebab menenangkan SAYA!" Mutiara menekankan kata "SAYA" diakhir ucapnya. "Kamu bahagia?" pertanyaan Gus Nial langsung direspon senyuman oleh Mutiara. "Sejak kapan saya sedih? Sejak kapan saya tidak rela? Sejak kapan saya tidak ikhlas? Saya sangat bahagia melihat Pernikahan Gus Nial dengan Neng Marwa," tutur Mutiara dengan membendung air mata yang hampir tumpah. "Kamu tidak mencintai saya?" "TIDAK!" "Kamu tidak punya perasaan sama saya?" "TIDAK!" "Kamu benar-benar rela?" "IYA!" "Saya mau pergi, Assalamualaikum," salam Mutiara lalu pergi meninggalkan Gus Nial sendiri. "Mutiara, tidak akan pernah menjadi Mutiaraku," lirih Gus Nial. ••• "Ternyata, pura-pura bahagia itu sakit, ya. Ternyata, pura-pura ikhlas itu berat, ya. Ternyata, pura-pura rela itu nyeri, ya." Mutiara menyipitkan matanya. ••• Ini cerita keduaku setelah selesai nulis Mahkota Impian Santri. Let reading. Be enjoy ya. Story by Lailiintan_ Started : 09 Agustus 2021 Finished :

More details
WpActionLinkContent Guidelines