We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Masa Retak
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 2, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
Di bawah langit yang mulai retak, dunia perlahan berubah menjadi tempat yang asing dan tak kenal ampun. Retakan pertama muncul di atas Samudra Hindia, lalu merambat seperti pecahan kaca, hingga mencapai pulau Bangka Belitung dan berbagai penjuru dunia. Bagi banyak orang, ini adalah pertanda akhir zaman-sebuah peringatan yang membuat umat manusia takut dan beralih pada ritual, doa, serta usaha mempertahankan diri. Tidak ada niat untuk menyelamatkan dunia, tidak ada ambisi menjadi pahlawan-hanya keinginan untuk bertahan dan memahami apa yang terjadi, ia menyaksikan sisi terburuk dan terbaik dari manusia di ambang kehancuran. Dengan langit yang terus pecah dan bumi yang terus berguncang, misteri dari retakan langit perlahan tersingkap. Tetapi dalam dunia yang terpecah belah ini, apa yang sebenarnya ingin ia cari, dan apakah ada hal yang masih layak diperjuangkan? Di dunia yang berada di ujung kehancuran, apakah sekadar mengamati dan bertahan akan cukup, ataukah ada sesuatu yang lebih besar yang harus dihadapi?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • aku chaos sang kekacauan
  • Antheric
  • Summoning Broken Garuda
  • AIR MATA IBLIS : untold story of Kanaya
  • The Lost King : The Truth
  • Home?
  • Cross the Line (𝐁𝐞 𝐘𝐨𝐮𝐫 𝐌𝐨𝐧𝐬𝐭𝐞𝐫)

Di dunia yang dipenuhi dosa, di mana manusia terjebak dalam keserakahan, kemarahan, dan nafsu yang tak terkendali, lahirlah sebuah kekuatan yang tidak dapat dikalahkan: Azazel, sang kekacauan. Diciptakan dari tujuh dosa besar umat manusia, Azazel muncul sebagai bentuk hukuman dari langit yang telah lelah dan bisu, menyaksikan dunia yang semakin tenggelam dalam kegelapan. Ia bukan sekadar makhluk, melainkan pengingat akan kehancuran yang tak terhindarkan akibat dosa-dosa yang dibiarkan tumbuh tanpa kendali. Azazel bukan manusia, bukan dewa, tetapi kekacauan itu sendiri-sebuah kekuatan yang tiada henti menggerogoti setiap jiwa yang dipenuhi dosa. Tidak ada yang mampu melawan takdir yang dibawanya. Setiap orang yang mendengar namanya akan merasakan bagaimana ketakutan dan rasa bersalah mereka menjadi senjata yang menghancurkan mereka secara perlahan, seperti racun yang meresap ke dalam tubuh. Kematian tidak lagi datang dalam bentuk fisik, tetapi sebagai akibat dari dosa yang menggerogoti hati dan pikiran. Cerita ini mengikuti perjalanan Azazel sebagai raja kekacauan yang tak kenal kekalahan. Tak ada yang selamat setelah berusaha melawannya, dan kematian pun enggan menyentuhnya, karena ia adalah manifestasi dari takdir yang tak bisa dihindari. Dalam setiap langkahnya, Azazel menyaksikan dunia yang semakin runtuh, manusia yang terperangkap dalam dosa mereka sendiri, dan tak ada lagi tempat untuk melarikan diri. Di setiap kota yang dilaluinya, setiap jiwa yang ia temui, ia adalah pengingat betapa dunia ini telah dipenuhi dengan kehancuran yang diciptakan oleh tangan mereka sendiri. "Aku Chaos Sang Kekacauan" adalah sebuah kisah kelam tentang kekuasaan, dosa, dan takdir yang tidak bisa dihindari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines