Sembilan Jiwa Norah

Sembilan Jiwa Norah

  • WpView
    reads 9
  • WpVote
    Stemmen 0
  • WpPart
    Delen 1
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd woe, nov. 27, 2024
Norah menatap mai dan dara yang terus bertengkar mengenai keberangkatan mereka ke daerah kekuasaan kerajaan utara. Mai bersuara keras mengenai pencarian keberadaan jack dan king yang menghilang dua tahun lamanya sejak menangani kasus yang berkaitan dengan kerajaan utara. "Kalau sampai kita kenapa-napa gimana? aku masih cukup tau diri, mai. Kita bisa mati jika mencari masalah kesana." "Setidaknya ada norah yang bisa melakukan teleportasi jika terjadi apa-apa." "Kau gila?! Teleportasi adalah sihir besar.. Gak bisa digunakan asal-asalan. Norah saja hanya bisa membawa kita berempat terus bagaimana jika jack dan king ditemukan?" "Aku hanya minta persetujuanmu untuk aku membawa norah. Cukup aku dan norah saja yang pergi." "Hah?! Gak akan. Dexter gak akan mengijinkan. Kau akan sibuk sendiri mencari jack dan king, norah akan menghilang entah kemana." "Norah akan selalu ada bersamaku, dara." "Bicara dengan pantatku."
Alle rechten voorbehouden
#19
perangdunia
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Toxic Relationship
  • Wasted Princess [On Going]
  • hay mantan !!
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • The Lost Queen
  • Mahkota Phoenix: Awal Dari Permulaan S1|End (Revisi)
  • ASRAR [TERBIT]
  • Aku Bukan Vellyne [END]
  • His Fiero
  • MINE TO OWNED 🔞 ✅

Di dalam hubungan ini, hanya ada aku dan rasa kesal mu *** "Menurutlah Nona, mungkin Tuan akan berbaik hati dengan meringankan hukuman mu," ucap Pria yang sama. Tidak mungkin! Dia Kris, tangan kanan dari seseorang yang Kaluna benci dan secara bersamaan juga ia cintai. "Apakah kau bisa menjamin Kris, bahwa ucapanmu benar?" tanya Kaluna dengan datar. Kris terdiam. "Kau bahkan tidak bisa menjamin dirimu sendiri akan selamat darinya jika tidak berhasil membawaku pulang bukan?" tanya Kaluna lagi dan Kris tetap tidak beraksi. Kaluna mendengguskan napasnya. Kaluna berjalan mendekat ke Kris, sebelah tangannya ia masukkan ke kantong celana yang ia pakai. Berhenti tepat di depan Kris, ia melirik ke arah belakang Kris, dimana beberapa anak buahnya berdiri. "Ada 4," batin Kaluna. Kembali memusatkan pandangan ke arah Kris. "Kau terlalu setia Kris, bagaimana jika kau bilang pada Tuan mu bahwa aku di temukan meninggal dunia? Kau tidak akan kena hukuman, begitu juga aku. Kau bisa mengambil jasad seseorang yang sudah rusak, anggap saja itu diriku. Selesai!" Kaluna mencoba menawarkan kerja sama. Kris terdiam, "Nona, kau tau bukan bahwa Tuan bisa mendengar semua ucapanmu saat ini." Kaluna melirik earphone yang terletak di telinga kiri Kris. "Sial!" umpat Kaluna. *** Kaluna tidak pernah tahu. Dari tangan yang pernah menyelamatkannya, datang genggaman yang tak akan pernah melepaskannya.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen