We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Di Antara Mereka [1]

Di Antara Mereka [1]

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 2, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Orang pindah sekolah tentunya memiliki banyak alasan, ada yang pindah karena pekerjaan orang tua, pindah karena tak nyaman, atau ingin merasakan suasana baru. Berbeda dengan Azalea yang pindah sekolah karena sang papa yang sudah lelah harus bolak-balik ke sekolah anak nya yang jarak nya cukup jauh di sebabkan Azalea yang tidak bisa berhenti membuat masalah di sekolah. Azalea di pindahkan ke sekolah yang berisikan tiga sepupu nya dan juga teman lama nya, bermaksud agar mereka bisa mengubah kebiasaan buruk Azalea yang menurun dari nya. °°° Cerita hasil karangan sendiri, ide sendiri. Karya pertama, jadi mohon maklumi bahasanya yang acak acakan. Jangan menanggap cerita ini serius, di tulis untuk mengungkapkan ide yang muncul secara tiba tiba yang jika tidak di keluarkan menyebabkan gangguannya pikiran😇🙏🙏 Menerima kritik dan saran tapi dengan kata kata yang sopan💞💞 Kalau merasa cerita ini kurang bagus atau tidak menarik silahkan pergi dan jangan meninggalkan jejak dengan bahasa kasar atau kata kata yang tidak sopan. Apalagi sampai plagiat. Jadilah pembaca yang pintar😉💙💙
All Rights Reserved
#394
gang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines