We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Summoning Broken Garuda

Summoning Broken Garuda

  • WpView
    Reads 5,542
  • WpVote
    Votes 437
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Dec 24, 2024
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Pasca Kiamat Nuklir bernama Golden Dawn yang meluluhlantakkan peradaban dunia, Indonesia, yang tengah berjuang memulihkan diri, tiba-tiba dipindahkan ke dunia yang sama sekali asing. Di dunia baru ini, peta geopolitik dan kondisi ekologi sangat berbeda. Lautan yang luas terbentang, tanpa tanda-tanda polusi radioaktif yang mematikan, namun wilayah-wilayah ini dihuni oleh makhluk-makhluk yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya: hewan-hewan raksasa dan peradaban yang menguasai daratan, serta kekuatan mistis yang tampak mengalir melalui alam. Di tengah kekacauan dan kebingungan, pemerintahan Indonesia, yang masih berada dalam masa pemulihan dan dalam transisi menuju kestabilan, harus menghadapi situasi baru ini. Mereka berusaha menjalin hubungan dengan negara dan kerajaan lokal yang eksentrik dan penuh teka-teki. Akan tetapi, persaingan politik dan ancaman militer dari negara-negara asing yang tak dikenal memaksa Indonesia untuk beradaptasi secara cepat. Teknologi yang tersisa dari dunia asal mereka, yang serba terbatas namun canggih, menjadi kunci utama dalam bertahan hidup dan melindungi warga negara mereka di dunia ini. Namun, dengan berbagai rintangan yang dihadapi, Indonesia bukan hanya harus beradaptasi dengan lingkungan dan hal baru, tetapi juga melawan ambisi kerajaan yang mengincar teknologi mereka dan rahasia di balik pemindahan mereka ke dunia baru ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Fatherland
  • TNO: The Last Day of Asia
  • Avontur
  • RI Di Dunia Lain
  • Hacktivist Forsaken
  • RESET : Dunia Tanpa Kita
  • Bumi Kelabu

Di suatu belahan realitas yang dikenal sebagai Bumi yang telah berganti wujud. Dunia itu kini bukan lagi milik manusia. Langit yang sama, lautan yang sama, dan tanah yang sama diwarisi oleh makhluk yang tak pernah dibayangkan akan memimpin:l, para poni. Mereka membangun kota, mendirikan negara, menyusun hukum, dan tanpa sadar, menapaki jejak yang pernah ditinggalkan pendahulu mereka. Manusia telah lenyap. Tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana akhir itu terjadi. Hanya tersisa cerita-cerita setengah mitos tentang makhluk yang pernah menguasai dunia dengan api dan kehendak. Namun yang lebih mengganggu adalah kemungkinan... manusia tidak sepenuhnya pergi. Mereka kembali. Bukan sebagai manusia... melainkan sebagai bentuk yang lain. Di tengah tatanan dunia baru yang rapuh, lahirlah sebuah bangsa, bukan dari kedamaian, melainkan dari tekanan, ketimpangan, dan kerakusan para penguasa. Nusantara. Ia tidak muncul dengan gemuruh. Tidak pula dengan deklarasi yang mengguncang dunia. Namun kehadirannya segera terasa dalam geopolitik yang selalu berubah arah tanpa penjelasan, dalam peta kekuatan yang perlahan bergeser, dan dalam cara bangsa-bangsa lain menilai nya. Nusantara tumbuh membawa sesuatu yang tidak sepenuhnya dipahami oleh dunia baru ini, sebuah gagasan yang muncul kembali setelah melewati kehancuran zaman, dirumuskan dalam satu nama, Pancasila. Bagi sebagian, ia terdengar seperti prinsip. Bagi yang lain, ia terasa seperti strategi. Dan bagi mereka yang pernah mencoba menantangnya, ia menjadi sesuatu yang jauh lebih sulit untuk diabaikan. Pancasila tak muncul begitu saja, Ia ditempa dari pengalaman pahit... pengalaman tentang kehilangan, tentang bertahan, dan tentang semangat persatuan sebagai kekuatan. Sementara bangsa-bangsa lain masih mencari arah dalam dunia yang sedang mereka bangun dengan api, Nusantara bergerak seolah-olah mereka pernah melihat semua ini sebelumnya. Dan mungkin, dalam cara yang tidak sepenuhnya sama...

More details
WpActionLinkContent Guidelines