INVISIBLE BRUISES

INVISIBLE BRUISES

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 7, 2024
Invisible Bruises (memar yang tak terlihat) Arfasa Sandhyareksa Afura Senandhyka Malam Sasta Aizan Narabil Renggala Semesta Arabila Rauna Rheara Horizon Khatulistiwa KKRAAATTTT!... KKRAAATTTT!... "Le-le.. lepaskan aku." Lirih seorang remaja dengan seragam compang-campingnya-sengaja di gunting oleh sosok bertopeng di hadapannya. "Tunggu dulu, aku ingin bermain-main denganmu!" Ujar Sang Bertopeng itu. Dengan busana panjang yang serba hitam, memakai penutup kepala, serta mengenakan topeng berwajah buruk rupa-di tengahnya terdapat siluetan pisau, bekas tinta merah gelap seperti darah. "Kau akan mendapatkan balasan yang setimpal!" Ujar Sang Bertopeng. Sembari memainkan-memutar-mutarkan-guntingnya di udara. Ia telah sukses menakuti remaja itu dan merusak pakaiannya. "Siapa kamu sebenarnya?" Sorot mata itu menyiratkan kilau jeritan. Tubuh itu diikat dengan rantai besi yang lumayan berat dan rapat. Mustahil bila remaja itu bisa melepaskan diri dari sana. Start : 10 April 2025 Finish : -
All Rights Reserved
#155
phsycopath
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Behind The Smile
  • Sereia's Harem [End]
  • The Dark Side(END)
  • 2 Abang Yang Ku Private
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • DERSIK
  • ELVARETTA 1993

Ini tentang Shaila, yang mengalami gangguan kesehatan mental dan berulang kali mencoba bunuh diri. Shaila suka membuat onar, melemparkan kalimat menyakitkan, lalu bersikap seolah tak ingat apa-apa. Hingga suatu hari ia mengalami teror mengerikan dan sejak saat itu kenangan buruk di masa lalunya terus berputar seperti kaset rusak. Kenali juga, Caramel, yang selalu disalahkan dan dibandingkan. Diam-diam Caramel gemar merokok bahkan mengonsumsi alkohol. Diam-diam juga, Caramel sangat takut pada keramaian. Kalian pun akan bertemu Fathia, yang selalu mengenakan masker karena rasa tak percaya diri dengan wajahnya yang berjerawat. Sering mencintai dengan tulus, tapi tak pernah dicintai kembali dengan tulus. Terakhir, Eveline, yang selalu dijadikan bahan lelucon karena tubuhnya besar. Hingga jatuh hati pada seorang lelaki dingin dan penggila game membuat Eveline bertekad untuk merubah dirinya. Setiap orang memiliki rahasia yang tak boleh diketahui dunia, kenangan buruk yang tak mau diingat dan rasa sakit yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jadi ... topeng apa yang mereka gunakan untuk menutupi masalah? Jika topeng itu hancur, mana yang mereka pilih; menyatukan kembali puing-puing topeng dan tak memberi jeda untuk menangis atau menyerah karena kalah dalam kepura-puraan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines