Meski Aku Terbelah

Meski Aku Terbelah

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 2, 2024
Merdy tahu bahwa Clifton tidak mencintainya. Sebelum semuanya terlambat, dia berusaha mengakhiri pernikahan yang hanya akan menyisakan luka. Namun, segalanya berubah saat dia meminta perpisahan. "Jika ada orang lain yang menyentuhmu, siapapun itu, mereka akan mati." Semakin Merdy berusaha melarikan diri, semakin dalam Clifton berpegang padanya. Setiap kali, air mata Merdy perlahan mengering, dan Clifton tersenyum pahit. "Nikmati saja, Merdy. Kamu harus bertahan dengan ini setiap hari sekarang, jadi lebih baik nikmati sedikit lebih ringan." Jadi, Merdy memutuskan untuk meninggalkannya. Meskipun itu berarti dirinya akan terbelah berkeping-keping, sampai tidak ada yang tersisa.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Say Bye
  • Mahligai Sunyi
  • [Terjemah] SAVE ME, KEEP ME | MarkChan GS ✔️
  • Cinta setelah Cinta
  • [END]Time
  • SOULMATE JOURNEY - MARK LEE [COMPLETED]
Say Bye

Setelah Ervan memutuskannya enam tahun lalu, Qia hanya ingin hidupnya baik-baik saja. Dia ingin kerja dengan giat, punya banyak teman, makan teratur, serta tidur nyenyak tanpa harus menonton video mukbang atau ASMR dulu di YouTube alih-alih untuk mengalihkan rasa sakit di hatinya yang selalu datang setiap malam. Keinginan itu tidak muluk, cenderung mudah, tapi kenapa terasa sangat sulit untuknya? Terlebih saat Ervan tiba-tiba mengumumkan pernikahan, semua rencana hidup baik-baik saja yang Qia susun, hancur berantakan. Qia hilang arah. Tidak mau Ervan melihatnya masih berantakan, segala upaya Qia lancarkan agar terlihat bahagia di depan cowok itu. Dari mulai mengencani banyak cowok hingga dia tidak sengaja menjadi selingkuhan orang. Atau juga belajar menerima Adi, cowok yang pernyataan cintanya selalu dia tolak dari SMP, sebagai masa depannya nanti. Namun, ketika hidup Qia sudah berjalan sebagaimana keinginannya, Ervan justru kembali lagi. Dan fakta yang baru diketahui Qia tentang cowok itu membuat keputusannya untuk terus berjalan ke depan, seketika penuh dengan keraguan dan tanda tanya. Dalam kisah ini, sebenarnya siapa yang lebih terluka? Dia atau Ervan? "Di waktu-waktu yang akan datang, sebanyak apa pun selamat tinggal terucap dalam kisah ini, aku harap tetap kamu tempatku kembali." *Cerita ini diperuntukkan pada pembaca yang sudah berumur 19+

More details
WpActionLinkContent Guidelines