RAGASHA

RAGASHA

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 3, 2024
"Mas, ada yang mau aku omongin sama kamu." Ucap perempuan itu, suaranya terdengar lembut namun mengharapkan sebuah pernyataan yang pasti. Pria di sampingnya itu yang sendari menikmati angin sepoi - sepoi menoleh kesamping. "Bicara saja, mas dengerin." Asha menatap Raga dengan serius. Perempuan dengan mata coklat berwarna hazelnut itu meremas kedua jemarinya sejenak, sejujurnya dia sudah muak dengan ucapakan yang akan di lontarkan ke pria ini. "Kita udah 7 tahun ini jalan bareng, saling membutuhkan satu sama lain, aku udah kenal keluarga kamu, aku juga udah nyaman sama kamu. Apa kamu ga mau nyeriusin aku mas ?" Raga mengganguk pelan, paham dengan omongan perempuan itu. "Kuliah dulu yang bener ya, untuk sekarang jalani seperti ini dulu. Mas ingin berada di samping kamu, kejar dulu cita - cita kamu." Ucapnya sembari tangan kanannya terulur mengusap kepala perempuan itu.
All Rights Reserved
#294
polisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • HAPPIEST WOUND (SELESAI)✅
  • Love In Profession[End]
  • Tokoh Utama
  • Say Bye
  • Love & Lost
  • Lika Liku Luka
  • Love And Heart [END]

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines