RAGASHA

RAGASHA

  • WpView
    Membaca 26
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Nov 3, 2024
"Mas, ada yang mau aku omongin sama kamu." Ucap perempuan itu, suaranya terdengar lembut namun mengharapkan sebuah pernyataan yang pasti. Pria di sampingnya itu yang sendari menikmati angin sepoi - sepoi menoleh kesamping. "Bicara saja, mas dengerin." Asha menatap Raga dengan serius. Perempuan dengan mata coklat berwarna hazelnut itu meremas kedua jemarinya sejenak, sejujurnya dia sudah muak dengan ucapakan yang akan di lontarkan ke pria ini. "Kita udah 7 tahun ini jalan bareng, saling membutuhkan satu sama lain, aku udah kenal keluarga kamu, aku juga udah nyaman sama kamu. Apa kamu ga mau nyeriusin aku mas ?" Raga mengganguk pelan, paham dengan omongan perempuan itu. "Kuliah dulu yang bener ya, untuk sekarang jalani seperti ini dulu. Mas ingin berada di samping kamu, kejar dulu cita - cita kamu." Ucapnya sembari tangan kanannya terulur mengusap kepala perempuan itu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#950
polisi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Love In Profession[End]
  • Lika Liku Luka
  • Di Antara Kita (END)
  • Love And Heart [END]
  • DÉNOUER [✔]
  • PUTUS YUK DOK [dr. Rama & dr. Nirina]
  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Mbak, I Love You (Tamat)
  • Love & Lost

-Cerita ringan dan enggak berbelit,semoga suka -Belum di Revisi Cut Syifa Azzahra adalah seorang mahasiswi kedokteran yang terpaksa harus berhenti mencapai impiannya dan menjadi guru di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk pikuk kota lalu bagaimana kah pertemuan nya dengan seorang Dokter Muhammad Alzam yang menjadi relawan saat desa yang ia tempati sedang mengalami bencana alam ___ "ya allah , saya tidak punya hak untuk memarahi dokter, saya hanya mengingatkan, saya juga pernah telat tapi tidak marah saat di tegur" zara berjongkok untuk mengikat tali sepatunya yang lepas, dengan mulut tidak hentinya mengoceh "Pokok nya kamu memarahi saya zara! hati saya benar benar sakit" seperti biasa dengan tampang sok sedih dan satu tangan mengelus dada "sekarang apa lagi yang mau kamu lakukan? oh, saya tau, sepertinya kamu mau saya mati dengan tidak memberi saya makan pagi dan siang" zara menghela nafas pelan, mengumpulkan ogsigen, mengumpulkan ogsigen sebanyak banyaknya, rasanya beban hidupnya akan bertambah sekarang. oh tidak melainkan sejak kemarin

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan