Sebuah Puisi: KAPAS

Sebuah Puisi: KAPAS

  • WpView
    Reads 338
  • WpVote
    Votes 211
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 8, 2025
Sebuah puisi: Betapa lemahnya manusia dalam sebuah jarak. Namun, sangat kuat dalam pertemuan dan perihal jatuh cinta. Ia bagaikan kapas, bisa jatuh kapan saja. Walaupun nampak lemah, tapi ia akan sangat indah jika sudah bermesraan dengan sang angin. Teruslah terbang dan jatuh cintalah sepuasnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nasihat dalam Puisi
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)
  • Can You Give Me One More Chanche
  • Lembut Seperti Doa
  • Aksara Tak Bertuan
  • Cinta Dalam Kata
  • Renjana
  • The Moon and The Star (Boys P.O.V)

Jika kau merasa sendiri itu sulit. Maka, sekali lagi genggam tanganku. Aku akan berusaha menjadi peneman terbaikmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines