Anak Perempuan Pertama

Anak Perempuan Pertama

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sun, Nov 3, 2024
"Ya, kembali lagi merasa gagal menjadi seorang anak kan memang sudah makanan sehari hari." Ungkap dalam hati. Meskipun ada setitik harap bahwa mereka faham tanpa harus aku berkata. "Memang kapan tidak merasa gagal akan segala hal?" Tanya kepala mungil yang aku angguki dengan jenaka. "Benar juga." "Memang kapan?"
All Rights Reserved
#34
anakperempuanpertama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Miracle of Survival [END]
  • Hyung,saranghae
  • Bad Daddy!
  • Hanya Singgah
  • Memories in Moon
  • Papah Yang Hebat
  • Sehangat Maaf Mentari (Tamat)
  • Luka Yang Tak kunjung Membaik

"Bahagia? Bahkan aku terlalu takut buat mikirin hari esok." Ucapannya lirih, tapi cukup menusuk di antara dinginnya malam. Matanya kosong, seolah raganya hadir di sana, tapi pikirannya tersesat entah ke mana. Sejak kecil, hidup tak pernah memberinya ruang untuk bernapas lega. Bahagia hanya terdengar indah di kepala orang lain, tapi tak pernah nyata dalam hidupnya. Terlalu banyak kehilangan, terlalu banyak luka, sampai ia kebal-bahkan pada harapan. Suara-suara yang tak bisa ia hentikan, bayangan-bayangan yang tak bisa ia usir; skizofrenia mengurungnya dalam dunia yang tak dipahami siapa pun, bahkan dirinya sendiri. Hari esok? Baginya, lebih menakutkan dari hari ini. Karena esok hanya menuntut satu hal: "Masih kuat, nggak?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines