Betrayed love

Betrayed love

  • WpView
    Membaca 20
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jul 5, 2025
Menjadi seorang bangsawan memanglah tidak semudah itu dikala saat ia sudah bertumbuh dewasa. Gadis ini... adalah putri seorang viscount dari Kerajaan kecil disebelah utara, kecantikan alami yang dimiliki gadis ini kerap mengundang beberapa bangsawan yang berminat meminangnya... tak ada satupun yang bisa mendapatkan hingga seorang grand duke dari Kerajaan besar barat mendatanginya dan meminangnya dengan berbagai mahar yang dijanjikan namun... harapan apapun takkan pernah bisa membuat semua itu menjadi nyata "apakah yang mulia yakin ingin menikahiku?" Lady zara vivianne Andor "mengapa kau bertanya hal yang tak perlu ku jawab, Lady andor? " grand duke leonite Dynester "baiklah! jika anda tidak ingin menjawabnya"-Lady Andor "jangan seperti ini... kau membuatku ingin segera menikahimu, Lady Andor.. "-Grand duke dynester "nikahilah diriku jika kau bisa mengabulkan dan memberita persyaratan dariku..."-Lady Andor "dengan senang hati..."-Grand duke dynester Zara Vivianne Andor Leonite Gerhard dynester
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Roos
  • Become The Duchess Of Light
  • The  Replacement Lady (End)
  • MASTER || ENHYPEN
  • The Duchess's Deception (END)
  • THE PRINCESS ANTAGONIS [How about me?]
  • Never Again
  • Lady Gen Z
  • Villainess Illusion
Roos

"Tolong jadikan aku rakyat biasa." Perkataan dari anak perempuan itu membuat satu aula terdiam. "Tapi kau berada di nomor dua puluh empat dari tahta," ucap kaisar yang juga kakeknya. "Benar, kau putri satu-satunya kekaisaran," jelas raja tak terima, jangan lupakan dia adalah pamannya. Semua orang menatapnya tajam, bahkan ayahnya sudah ingin memitesnya seperti kutu. "Tapi aku mau bebas," bantah gadis itu lagi, bahkan dahinya sudah berlapis-lapis. "Baik kau akan menjadi putri mahkota dari sepupu pertamamu," titah kakeknya dengan ucapan santai yang ditulis oleh kasim. Oh jangan lupakan ucapannya adalah hukum!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan