Queen of High School

Queen of High School

  • WpView
    LECTURAS 12,092
  • WpVote
    Votos 475
  • WpPart
    Partes 40
WpMetadataReadConcluida sáb, ago 23, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Zayn Arkana Wiradipa hanya ingin lulus dengan tenang. Siswa pindahan kelas 12 ini mendapat beasiswa penuh di SMA paling elit di Indonesia INFINITY HIGH SCHOOL sekolah di mana uang lebih penting dari moral, dan kebenaran bisa dibeli dengan nama keluarga. Di sana, Zayn bertemu dengan lima pilar sekolah ini, siswi kaya, cantik, dan berkuasa yang mengatur segalanya: dari guru, hingga siapa yang boleh hidup damai dan siapa yang layak dihilangkan. Mereka tak tersentuh, bahkan saat bullying yang mereka lakukan nyaris membunuh. Namun sebuah teror muncul. Satu per satu dari mereka mulai mendapat pesan ancaman, mimpi buruk yang jadi nyata, dan kejadian misterius yang tak bisa dijelaskan. Zayn yang awalnya hanya ingin bertahan, kini terjebak dalam permainan berbahaya. Karena terkadang, keadilan tidak datang dari cahaya... tapi dari kegelapan yang selama ini mereka ciptakan sendiri.
Todos los derechos reservados
#91
darkschool
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • LENA & SEGA
  • THE ALGEBRA OF SILENCE
  • KEPERGIAN SENJA
  • Brilliant: School Accident
  • Veil Of Elysian
  • TARTARUS (END)
  • Mystro {On Going}

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido