Story cover for Riva (Segera Terbit) by lilyasaTA
Riva (Segera Terbit)
  • WpView
    Reads 605
  • WpVote
    Votes 143
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 605
  • WpVote
    Votes 143
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published Nov 03, 2024
#UPDATE SETIAP HARI RABU JAM 10:30 PAGI
Tgl.22 Januari 2025 (update kembali) 

Kecantikan, kekayaan, nilai akademis tinggi, tubuh dan tinggi badan ideal, kulit putih, rambut indah yang berkilau dan bergelombang, wajah cantik, serta deretan sertifikat dan prestasi olimpiade. Siapa yang tidak menginginkan semua itu?

Ya, semua itu tampak sempurna bagi Riva. Namun, di balik kesempurnaan itu, Riva menyembunyikan kepalsuan yang ia ciptakan untuk menutupi masa lalunya yang jauh dari sempurna. Saat ia terus berusaha menyembunyikan identitas aslinya, suatu hari, seseorang tanpa sengaja mengetahui rahasianya. Festival Sekolah akan segera diadakan. Sejak saat itu, hidupnya tak lagi tenang, dan rutinitas hariannya mulai berubah. 

Lalu. bagaimana Riva akan menghadapi kehidupannya ke depan? Apakah Riva mampu mempertahankan kesempurnaannya itu?
All Rights Reserved
Sign up to add Riva (Segera Terbit) to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 6
That Feeling When - Lee Heeseung cover
Equanimity [√] cover
SCARY BEAUTY [END✔️] cover
TERUNGKAP ATAU TERPERANGKAP  (END) cover
My Favorite (Minsung) cover
PRIVATE TEACHER FOR 13 BOYS cover

That Feeling When - Lee Heeseung

27 parts Complete

Atha dan Harsa-dua nama yang pernah tak terpisahkan. Sejak masa SMP, Atha selalu ada di setiap langkah Harsa. Ia adalah pendengar setia, penghibur di saat-saat gelap, dan penjaga rahasia perasaannya sendiri. Namun hidup punya caranya memisahkan dua hati yang saling mengenal terlalu baik. Tanpa pamit, Atha menghilang, meninggalkan Harsa hanya dengan ingatan yang samar namun tak pernah benar-benar pudar. Tiga tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di bawah langit yang sama-kali ini di lingkungan kampus. Tapi segalanya berbeda. Atha memilih berdiri di kejauhan, mengamati tanpa suara, sementara Harsa, yang kini berdiri di atas panggung musik, mulai merasakan kekosongan yang tak bisa diisi oleh siapa pun selain... dirinya. Perlahan, masa lalu yang terkubur mulai menguak. Rasa yang dipendam mulai menuntut untuk diakui. Dan di antara denting gitar, tawa yang tertahan, dan tatapan yang terlalu lama terjebak, Atha dan Harsa harus menjawab satu pertanyaan: berani kah mereka memberi kesempatan kedua pada sesuatu yang tak pernah benar-benar berakhir? -Jakarta, 8 Februari 2025-