Valley of the Mindless

Valley of the Mindless

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 5, 2024
"𝑰𝒂 𝒑𝒖𝒍𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒂𝒏𝒑𝒂 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒂𝒘𝒂 𝒌𝒆𝒘𝒂𝒓𝒂𝒔𝒂𝒏𝒏𝒚𝒂." Semua dimulai dengan cerita yang klise dimana sebuah pernikahan politik terjadi, namun segalanya berubah setelah perang dimulai. Arden dan Roxanne, sepasang suami istri yang telah mendedikasikan dirinya untuk dunia militer dan mengabdi pada Kerajaan Agrasia. Dan kini, mereka harus bersama-sama terjun ke medan perang demi tanah kelahiran mereka. Perang telah usai. Namun mereka membawa kekalahan di pundak mereka, Agrasia kalah, kerajaan itu hancur dan runtuh. Roxanne kembali dengan sedikitnya luka, namun telah kehilangan segalanya. Kedua orang tuanya mati, kediamannya hancur, dan kini... Ia mendapatkan kenyataan kalau suaminya masih hidup, namun dalam kondisi kehilangan akalnya. Arden von Denbart pulang dalam kondisi gila.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tanah yang tak pernah diam
  • After Bad
  • Marrytime ✓
  • Langkah Dalam Kebetulan
  • KARMA LAKON : Majapahit Story
  • Mahkota Berdarah
  • Perfect Encounter
  • The Ember Between Us. [TAMAT]
  • Suck It and See (Complete)

Di tanah yang disebut merdeka, sejarah sering kali dibungkam. Tanah yang Tak Pernah Diam mengangkat kisah yang tak tertulis dalam buku pelajaran-kisah luka, pengkhianatan, dan keberanian yang terkubur di balik bendera kebangsaan. Lewat mata Sena, seorang jurnalis muda yang tak sengaja menemukan arsip rahasia kolonial, kita dibawa menyusuri jejak para buruh paksa, perempuan yang diperdagangkan, dan anak-anak yang hilang di balik nama pembangunan. Bersama Raras, seorang dosen yang tak gentar melawan sistem narasi resmi, mereka menyingkap lapisan demi lapisan dusta yang telah diwariskan selama generasi. Di desa-desa sepi, di bawah akar-akar pohon tua, di catatan yang nyaris dibakar-mereka temukan suara-suara yang selama ini dipaksa diam. Dan suara-suara itu mulai bersatu, membentuk gelombang kebenaran yang tak bisa lagi dibendung. Ini bukan sekadar novel sejarah. Ini adalah seruan-bahwa bangsa yang besar bukan yang pura-pura lupa, tapi yang berani mengingat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines