We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
BAIT AKHIR

BAIT AKHIR

  • WpView
    Reads 879
  • WpVote
    Votes 101
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 13, 2025
WpInfo
Fanfic
BOYNEXTDOOR
Senyumnya terpatri, tawanya bersuara lepas, namun maknanya mengumbar dusta. Deret aksara tertata rapih mencipta bait setiap kisah yang berhasil dilalu. Namun mengapa batinnya masih risau? "Wistala! Mama mati-matian ngelahirin kamu bukan buat jadi sampah!" Padahal mati-matian Wista kokohkan raga dan batinnya. Wista paksa raganya maju tanpa asa dan rasa hingga nyaris tumbang. Mengabaikan jerit batin yang tak henti menyuarakan letih. Lantas siapa yang mengerti? "Mau satu dunia nunjuk lo sampah, gue bakal maju paling depan buat teriak," jeda sesaat diambil beri waktu maniknya tatap Wistala dengan sirat makna, "Adek gue berlian paling berharga." _____________________________________ Murni dari otak mongiel aing
All Rights Reserved
#5
onedoor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • FF BTS || alwaysFine
  • The Twins - Miya Twins
  • NAKALA DAN TAWANYA
  • ALEYA~~
  • Home?
  • RAKAALENA
  • Luka Yang Tak kunjung Membaik
  • Nata, De & Coco

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines