Born to Say Goodbye

Born to Say Goodbye

  • WpView
    Reads 2,706
  • WpVote
    Votes 383
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 2, 2026
TW / Mental Health, Bunuh Diri, Suicidal, Angst. Kalo kamu nggak betah di rumah karena nggak dapat perhatian, Kalo kamu nggak nyaman di rumah karena nggak baik untuk mental, Kalo kamu pernah berpikir untuk minggat dari rumah, Kalo kamu merasa nggak disayang dan merasa nggak ada yang mengerti kamu, Cerita ini untukmu. Cerita ini menceritakan perjalanan Ant dari yang mentalnya down hingga move on dan merasa berharga.
All Rights Reserved
#122
jakeenhypen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Where My Heart Remains (내 마음이 머무는 곳에)
  • Our Emergency Calls
  • ESCAPE. | Jake - Yujin ✓
  • DEAR ANNETHA
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄
  • Dua cangkir satu Meja
  • The Last /Nct 127 [Complete]
  • Edgerelt (Kim Taehyung)
  • Fight In The Box
  • BROKEN : The secret of life

"Aku lupa segalanya... tapi kenapa hatiku masih mencarimu?" Mereka pernah bahagia di Jeju. Jauh dari keramaian kota, jauh dari sorotan kamera. Hanya ada pagi yang tenang, rumah kecil penuh aroma kopi, dan dua hati yang saling memilih setiap hari. Kim Jiwon, seorang ilustrator buku anak-anak, dan Lee Jehoon, mantan atlet tinju nasional yang pernah bertarung demi negara, kini memilih hidup sederhana, berdamai dengan luka masa lalu. Namun segalanya berubah dalam satu hari. Kecelakaan itu merenggut ingatan Ji-won, menghapus setiap jejak cinta yang pernah mereka punya. Baginya, Jehoon hanyalah pria asing yang terlalu tenang, terlalu sabar, dan terlalu sering menatapnya seolah kehilangan sesuatu yang tak bisa dijelaskan. Tapi cinta tak selalu butuh dikenang untuk dirasakan. Kadang, hati menyimpan sesuatu yang bahkan pikiran tak sanggup menjangkaunya. Dan bagi Jehoon, kehilangan ingatan Jiwon bukan akhir, itu adalah awal. Awal dari mencintainya sekali lagi. Dengan lebih pelan, lebih lembut. Tanpa terburu-buru untuk dikenali... hanya berharap untuk dicintai, lagi. "Kalau hatimu lupa jalan pulang... bolehkah aku jadi petanya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines