Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
THE JOURNEY TO LUNAR VALLEY

THE JOURNEY TO LUNAR VALLEY

  • WpView
    LECTURAS 4
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, nov 5, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
Tugas akhir adalah membuat pop book tentang alam semesta, sebelum semester 1 ditutup dengan musim dingin. Aisha bahkan tak berniat untuk mengerjakan tugas tersebut, tidak setelah duka yang menimpanya. Di saat menahan air mata, seseorang yang tidak duga, mengajak Aisha untuk mengerjakan tugas tersebut bersama. Aisha hanya bingung dengan anggukan yang terpaksa. Anggukan itu menjadi langkah awal Aisha mengenal Jared, murid di ujung kelas, yang lebih banyak melamun dibanding memerhatikan. Tapi, Jared ternyata punya banyak kejutan untuk Aisha, kejutan berharga. "Aku memang banyak melamun, tapi aku selalu memerhatikan mu."
Todos los derechos reservados
#565
trauma
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • In Someone Elses Shadow
  • A Memory of You
  • Sister or More
  • The Chance
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Heartbeats: Di Antara Dua Dunia
  • Autumn and Winters [✓]
  • LEITHLEACH
  • Love's Serendipity

"Waktu kedua kalinya kita bertemu, kau berkata bahwa mari menjadi lebih dekat satu sama lain. Then why did we change?" Dennis tidak pernah menyangka kalau satu ciuman di malam itu akan mengubah segalanya. Dulu, Mark hanyalah seseorang yang sering ia lihat di kantin kampus-tertawa bersama teman-temannya, menantang orang untuk bermain basket, atau terkadang tidur siang dengan buku terbuka di dadanya. Seseorang yang seharusnya hanya sekadar 'ada' dalam hidupnya, tidak lebih. Namun, semua berubah sejak perjalanan ke villa itu. Sejak malam di mana bibir mereka bertemu, sejak rasa yang tidak pernah Dennis sadari sebelumnya perlahan tumbuh tanpa bisa ia hentikan. Sekarang, dia duduk di sudut perpustakaan, mencoba membaca buku di hadapannya, tapi pikirannya melayang. Mark masih sama seperti dulu-tersenyum dengan cara yang membuat dadanya sesak, menatapnya dengan tatapan yang sulit ditebak. Tapi ada sesuatu yang berbeda di antara mereka. Sesuatu yang menggantung, tidak terucapkan, seolah hanya menunggu salah satu dari mereka untuk mengakhirinya atau membiarkannya terus ada. Dennis menghela napas, menatap ke arah Mark yang duduk di seberang meja. Matanya bertemu dengan milik Mark sesaat sebelum pria itu tersenyum tipis-senyum yang membuat perutnya terasa aneh. Kapan semuanya menjadi serumit ini?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido