Xabella (On Going)

Xabella (On Going)

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 5, 2025
Xabell tiba-tiba terdiam Lalu merotasikan ke dua matanya. merasa ada yang tidak beres dengan sawi yang sedang ia makan dan tiba-tiba... " uweekk..uhuk.. uhuk..!!". Xabell berlari menuju kamar mandi "Sumpahh guee punya dosa apa siii??gini amat perasaan dah" gerutunya dalam hati. " uweekk..uhukk!!..". Xabell kembali mengeluarkan makanan yang sedang ia kunyah. Saat makan tadi sang bunda yang berada di sampingnya kaget melihat anaknya seperti itu.saat xabell sudah kembali ia langsung menanyakan nya. "Kenapa Bell??".tanya megha khawatir. Yang ditanya malah diam lalu mengerucutkan bibirnya. "Hey..kenapa?.." " huaaa...bundaaa...xabell makan ulet lagiiiiiiii...". " astaghfirullah Bell..ko bisa udah keberapa kali ini?? " ujar megha malah menertawakannya.
All Rights Reserved
#961
friendly
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dishana (End)
  • Diary Cewek Tomboy [A Five]
  • Albel
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • ice bear kesayangan
  • Cahaya Redup [END]✓
  • THE BRANDAL GIRLS
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • JASA [TAMAT]
  • LUKA [END]

Ini tentang Dishana, perempuan yang memiliki nama ambigu sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman. Ini juga tentang di sana, dimana yang terlihat tertawa belum tentu bahagia, menangis belum tentu menderita. Dishana, di sana? Terdengar sama, namun memiliki makna berbeda. _________________________________________ "Di sana...." Suara lantang dari lelaki yang berdiri di atas podium itu membuat perempuan yang merasa namanya di panggil mengangkat tangan dengan percaya dirinya. Hening, semua mata tertuju kearahnya. "Kenapa berdiri?" Tanya sang pemanggil nama dengan tatapan heran. "Kakak tadi manggil nama saya?" "Siapa? nggak tuh." "Dishana. Itu nama saya kak." "Di sana." Tekan lelaki itu menunjuk kearah ruangan di bagian itu Utara. "Di sana tempat kalian semua kumpul setelah istirahat nanti." Penjelasan lantang itu membuat seluruh orang berusaha keras menahan tawanya. Wajah Shana memerah menahan malu, berusaha keras ia menampilkan raut biasa. "Dishana." Kakak tingkat itu menatap kearah Shana dengan serius. Merasa kali ini benar dirinya terpanggil, Shana menjawab. "Iya kak?" "Di sana senang, di sini senang dimana-mana hatiku senang." Langkah santai diiringi senandungan keras meluapkan tawa tertahan semua orang di sana. Sial! Bisakah Dishana mengurus akta kelahiran dan kartu keluarga di dukcapil untuk mengubah namanya? __________________________________________

More details
WpActionLinkContent Guidelines