Andre Al-Bustomi menghadapi dilema: melanjutkan sekolah formal atau masuk pondok pesantren, meski keluarganya kekurangan biaya. Dengan keyakinan bahwa rezeki akan mencukupi bagi yang menuntut ilmu di jalan Allah, ia berani mendaftar. Namun di semester kedua, orang tuanya meninggal secara mendadak, meninggalkan Andre terombang-ambing antara duka dan tanggung jawab menuntut ilmu. Di sisi lain, Hasbi Maulana-anak seorang kiai yang awalnya ogah mondok-justru menemukan kenyamanan di pesantren dan jatuh hati pada Andre. Hasbi bertekad menahan Andre agar tak menyerah. Bisakah Andre bertahan tanpa orang tuanya? Dan bagaimana Hasbi menjaga perasaan yang terus tumbuh? Sebuah kisah tentang iman, persahabatan, dan cinta yang terjalin di balik riuh recitan kitab.
More details