Penny For Your Thought

Penny For Your Thought

  • WpView
    Leituras 59
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 10
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, fev 20, 2025
WpInfo
Ficção
Romance
Pernah gak sih kepikiran, waktu kecil suka banget mengkhayal jadi orang dewasa dan punya hak untuk bisa menyampaikan isi hatimu. Tapi semakin dewasa dan semakin kamu mengejar mimpimu, kamu baru sadar ternyata jadi orang dewasa gak semudah itu. Kalau mau dibilang ini adalah proses dan perjalanan seorang anak perempuan yang ingin mengejar mimpinya dan setiap level kehidupannya menjadikannya wanita yang mengerti bagaimana menjadi manusia sesungguhnya dan menjadi seorang wanita yang sejati. Terlihat sedikit membosankan, tapi semoga bagi yang menemukan ini dapat melihat bahwa kehidupan dipenuhi proses yang membentuk kita menjadi manusia sesungguhnya hope you like it it's my first time, so please be kind
Todos os Direitos Reservados
#382
youngadult
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • My Little Monster - Completed
  • MY BEAUTIFUL TEACHER
  • FIVE FRIENDS OF TWO LOVE
  • Viva La Vida
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • My Partner in Everything
  • Love Therapy (Selesai)
  • Rumah untuk Hatiku [SELESAI]
  • Our Tragedy

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo